Sempat Alami Gangguan, Arture 2017 Hibur Mahasiswa dalam Kampus UMN

Pemain sedang berdialog dalam pementasan Arture (Art of The Culture) 2017: Relics of Diversity, di Function Hall (FH) Universitas Multimedia Nusantara, Serpong, Kamis (28/09/17).
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Waktu sudah menunjukan pukul 18.10 WIB, namun salah satu dari tiga rangkaian acara tahunan UMN Festival, Art of The Culture (Arture) 2017 yang dijadwalkan mulai pukul 17.00 belum juga dimulai. Hingga pukul 18.25 WIB gong pementasan akhirnya dibunyikan. Pada gelaran ketiganya, Arture kembali dipertunjukan dalam Function Hall UMN.

Acara yang tahun lalu diadakan di gedung Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), tahun ini mengusung tema kesatuan dalam corak keberagaman. Dibenarkan oleh Pimpinan Produksi Arture 2017 Inez Peringga, Arture kali ini menggunakan konsep teater semi-musikal sehingga dapat dipahami oleh mahasiswa lainnya dari berbagai UKM. Hal ini berbeda dengan Arture yang sebelumnya berkonsep teater saja yang menyebabkan Arture kerap kali dipandang sebagai pementasan Teater Katak.

Kembalinya pementasan yang dilakukan dalam kampus UMN tidak semata-mata karena biaya, namun dengan adanya pertimbangan bagi mahasiswa. Inez mengutamakan target penontonnya mahasiswa baru tahun ini.

“Kalau misalnya mereka harus jauh-jauh ke Jakarta, mereka belum tentu tahu jalan juga. Atau mungkin, mereka tahu, tapi bingung dengan transport,” jelas Inez kepada Ultimagz usai pementasan, Kamis (28/09/17).

Menurut pantauan Ultimagz, pementasan berhasil menghibur penonton meskipun sempat terjadi gangguan teknis, salah satunya ialah suara pemain maupun penyanyi yang sempat beberapa kali tidak terdengar. Selain itu, acara juga dimulai satu jam 25 menit lebih mundur dari undangan.

“Jadi sebenarnya jam 17.00 WIB itu open gate, tapi kita harus memikirkan umat Muslim yang harus sholat dulu. Baru kita mulai,” jelas Inez.

“Kita juga mengantisipasi kebiasaan dari orang-orang, ya istilahnya jam karet,” sambungnya. “Ini kalau telat-telat, jadi gak mulai-mulai. Karena kita harus tunggu crowd juga,” tambahnya lagi.

Mengenai isu yang beredar pada mahasiswa, terkait benar atau tidaknya Arture pada tahun ini merupakan pementasan terakhir kalinya, Inez belum bisa memberikan konfirmasi.

“Ya kita lihat aja ya tahun depan, kalau ada Arture lagi berarti (isu yang beredar) salah, kalau nggak ada Arture lagi, berarti benar. Tapi kami belum bisa kasih konfirmasi terhadap hal itu,” tutup Inez.

Penulis: Gabrielle Alicia Wynne Pribadi

Editor: Kezia Maharani Sutikno

Foto: Aditya Bhagas