Food Photography, Peluang Bisnis dalam Estetika

ULTIMAGZ menghadirkan sharing session yakni ULTITALK: "Foodsthetic Photography" serta workshop fotografi makanan pada Selasa (28/11/17) kemarin di Executive Lounge Universitas Multimedia Nusantara (UMN).
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Belakangan, memotret makanan dengan seni estetika semakin digandrungi anak muda. Dengan bermodalkan gawai, siapa saja dapat memulai hobi ini bahkan bisa dijadikan ladang bisnis baru. Untuk itu, bersama tiga narasumber, Ultimagz mengulas sharing session dalam acara bertajuk ‘ULTITALK: Foodsthetic Photography’ di Executive Lounge Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Selasa (28/11/17).

Narasumber yang hadir di antaranya Prathama Gilang (founder Makan Sampai Kenyang), Benny Budhijanto (lifestyle consultant), dan Bona Primatama (founder Jajan Beken). Ketiganya berbagi pengalaman dan teknik food photography yang selama ini mereka terapkanTak hanya itu, mereka juga membahas kiprah food photography di dunia bisnis.

“Untuk jadi fotografer, blogger, atau apapun itu namanya, buat saya itu gampang. Selama kita masih makan, selama kita masih butuh sandang pangan dan papan, bisnis itu enggak akan berhenti. Itu yang paling penting,” tutur Benny.

Sepakat dengan Benny, Bona mengungkapkan inovasi menjadi hal yang penting untuk membuka peluang bisnis FNB (Food And Beverages). Namun, food photography sendiri tidak banyak berubah dalam perkembangannya sehingga selalu menarik untuk dipelajari dan bermanfaat dalam segi bisnis.

“Aku dari food photography ini bisa kayak pegang media sosial Instagram restoran juga. Mungkin yang lebih diperbaiki itu kayak bagaimana foto kita bisa diterima oleh masyarakat,” ujar pria yang mendalami food photography karena hobi makan dan memotret makanan ini.

Gilang juga beranggapan bahwa mengawali karier dengan menjadi blogger akan membuka peluang usaha lainnya seperti konsultan untuk FNB hingga YouTuber

Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan untuk mengembangkan food photography adalah branding. Semakin menjamurnya blogger dewasa ini menuntut kreativitas agar kita bisa lebih menonjol dari yang lain.

“Bisa juga kalau di YouTube lebih gampang kayak cara ngomongnya. Bisa juga skill atau message yang ingin disampaikan,” imbuh Gilang.

Bagi pembuat akun Instagram khusus foto makanan, menurut Bona, branding sangatlah penting untuk menunjukkan kekhasan akun.

“Misalnya ada akun Instagram yang biasanya nge-post jajanan sate taichan, bola ubi, atau biasanya jajanan street food gitu. Itu berarti sudah terkenal dengan ‘Oh, si akun ini posting-nya street food mulu.’ Berarti itu adalah brand-nya street food,” jelas Bona yang memulai Jajan Beken pada 2013 silam.

Selain talkshow, ULTITALK juga mengadakan lokakarya food photography. Dipandu oleh Bona, Benny, dan Gilang, para peserta terlihat antusias menata bahan makanan yang telah disediakan panitia di meja masing-masing. Setelah itu peserta memotret makanan dan mengunggahnya ke Instagram untuk dilombakan.

Penulis: Nabila Ulfa Jayanti

Editor: Geofanni Nerissa Arviana

Foto: Nadine K. Azura