Buku BI Bermasalah Tidak Ditarik

Share:

Polemik buku Bahasa Indonesia SELARAS BERBAHASA, SENADA BERBICARA berakhir dengan keputusan akan adanya revisi pada cetakan kedua. Keputusan itu disampaikan langsung oleh Koordinator Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU), Santi Hendrawati Lukianto kepada Student Service UMN, Caroline Ruth Wangania.

Sebelumnya, salah satu mahasiswi Fakultas Ilmu Komunikasi 2014 telah melaporkan adanya kesalahan pada buku BI terbitan UMN Press ini kepada Student Services pada Rabu (15/10/2014) lalu.

Tak hanya itu, buku ini juga diklaim tidak layak menjadi pedoman pengajaran mata kuliah Bahasa Indonesia oleh beberapa mahasiswa Fakultas Ekonomi 2014 dan bahkan menuai banyak kritik pedas di media sosial.

Sayangnya, keputusan selanjutnya soal buku BI bermasalah ini bukan berujung dengan ditariknya buku itu dari peredarannya di kampus UMN, melaikan akan ada revisi pada cetakan kedua.

Karena adanya laporan dari mahasiswa, Carol sebagai pihak dari Student Services berusaha untuk bertemu dengan Koordinator Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU), Santi Hendrawati sebagai pihak terkait. Saat itu, Carol menunjukkan fotokopi beberapa kesalahan dalam buku BI tersebut.

SS_BI_2

Dalam sebuah wawancara dengan Ultimagz pada Rabu (29/10/2014) lalu, Carol menceritakan kembali pertemuannya dengan Santi Hendrawati yang berlangsung Jumat (24/10/2014) silam.

Santi lalu membahas lebih lanjut tentang kesalahan pada buku yang digunakan sebagai acuan mata kuliah Bahasa Indonesia di Universitas Multimedia Nusantara (UMN) ini. Menurutnya, wajar bila ada kesalahan pada buku cetakan pertama.

“Bu Carol, dalam pencetakan buku adalah wajar ada kesalahan, apalagi typo. Apalagi ini adalah buku cetakan pertama,” kata Carol menirukan pernyataan Santi Hendrawati.

Carol pun memperlihatkan kembali kesalahan-kesalahan di buku BI tersebut kepada Santi Hendrawati. “Iya, Bu. Namun keliatannya, kesalahannya juga cukup banyak. Anak-anak menemukan typo, dan segala macam,” tuturnya. Namun Santi Hendrawati membalas, kesalahan penulisan itu hanya kesalahan teknis.

Carol bertanya kepada Santi Hendrawati dalam pertemuannya, “Seandainya memang ini kesalahan teknis, apakah memang ada revisi dari Bu Santi?”

“Tentu ada revisi, tetapi tidak bisa di sekarang,” tegas Santi Hendrawati yang saat itu baru saja kembali dari Moscow ditirukan Carol.

Carol lalu bertanya soal revisi yang akan dilakukan tersebut, “Jadi maksudnya, Ibu tidak mungkin merevisi untuk kesalahan percetakan yang pertama ini?”

“Oh, ya enggak, nanti pada saat percetakan kedua baru kami akan merevisi, begitu seterus, begitu seterusnya,” ungkap Santi Hendrawati, seperti ditirukan Carol

Tanggapan yang diberikan oleh Santi Hendrawati atas komplain kesalahan penulisan dalam buku BI tersebut pun berakhir dengan rekomendasi perbaikan kesalahan teknis. Menurut Santi Hendrawati, tidak ada kesalahan konten dalam buku tersebut sehingga bisa diperbaiki.

“Saya sudah menyampaikan keinginan mahasiswa kalau sebaiknya buku ini ada perbaikan dan beliau tetap menyampaikan kalau ada perbaikan, tapi tidak di sekarang. Ya, saya tidak bisa paksa,” pungkas Carol.

Baca:

Bermasalah, Buku Baru Terbitan UMN Ini Digugat

 

 

Penulis: Nikolaus Harbowo

Editor: Ghina Ghaliya

Foto: Nikolaus Harbowo

  • Anonymous

    Bagus, artikel yg menarik dan patut difollow up agar tim pembuat buku dpt merevisinya

  • Anonymous

    Bagus, artikel yg menarik dan patut difollow up agar tim pembuat buku dpt merevisinya

  • joni

    tulisan anda memprovokasi seolah2 dua nama yang disebut di atas dalam kondisi ‘berperang’ dan harus ada yang kalah dan menang