Himalaya Ajarkan Mahasiswa Untuk Mulai Bisnis Dengan Modal Sedikit

Salah satu founder Alinskie Brothers Michael Alinskie (tengah), berbagi cerita megenai awal perjalanan bisnisnya yang dimulai dari nol dan tips-tips untuk memulai karir di bidang bisnis dalam semnar yang berjudul "Start From Nothing, To Get Savings" yang diadakan oleh HIMALAYA di Lecture Hall UMN, Rabu(10/05/17).
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Acara Corporate Social Responsibility (CSR), Hidup Mahasiswa Lawan Foya-Foya (Himalaya), karya mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) jurusan Public Relations sukses menyelenggarakan seminar bertajuk ‘Start From Nothing, To Get Savings‘ di Lecture Hall UMN, Rabu (10/05/2017).

Seminar ini dihadiri oleh Manajer Carousell Indonesia Olivia Lautner dan founder Alinskie Brother Michael Alinskie. Kedua pembicara itu meyakinkan mahasiswa bahwa untuk membuat bisnis dapat dimulai dengan modal yang sedikit.

“Untuk dapat pemasukkan itu nggak harus bermodal besar, kok. Bisa mulai dari barang-barang yang ada di sekitar kita,” ujar Olivia.

Senada dengan Olivia, kakak kandung dari Glenn Alinskie, Michael mengungkapkan, mahasiswa harus mampu menabung modalnya sendiri sejak awal, sehingga kelak mampu untuk membuat usaha sendiri.

“Saran untuk kalian mahasiswa, mungkin harus cari modal, lalu buat brand kalian sendiri nantinya. Dicobain saja dulu, semua hal yang bisa menambah pemasukkan kalian. Jangan pikir gagal dulu, yang penting dicoba dan dijalanin saja,” ungkapnya.

Kendati demikian, Michael pun pernah menjajal menjadi seorang pedagang bakso sekaligus penjual es krim di salah satu cafe yang didirikannya. Ia pun juga mengatakan, apabila modal sudah tersedia dari hasil kerja sana-sini, alangkah lebih baik agar kita segera fokus pada satu titik. Hal ini merupakan cara supaya usaha tersebut dapat menjadi besar.

“Awalnya memang saya mau semua hal. Ya, semua pekerjaan saya cobain. Mulai dari guru les Bahasa Inggris, Mandarin, terus sempat membuat lagu bersama band saya. Sampai agen properti pun saya pernah. Sempat hilang juga modal 40 juta. Tapi, akhirnya saya sadar bahwa kita harus bisa fokus ke satu tempat, baru akhirnya bisnis kita nanti bisa besar,” jelasnya.

 

Penulis: Rafael Ryandika

Editor: Nathania Zevwied Pessak

Foto: Angelina Rosalin