Libro Canteen Berikan Akses Aspirasi Pelayanan Kantin

Libro Canteen berinovasi menampung aspirasi civitas akademika UMN dengan kotak aspirasi pada Jumat (12/05/17) hingga Jumat pekan depan, di kasir Libro Canteen gedung C UMN.
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Ada sesuatu yang baru di Libro Canteen pada Jumat (12/05/2107) lalu. Nampak kotak berwarna cokelat bertuliskan “Kuisioner” yang merupakan kotak aspirasi dan siap menampung tanggapan mahasiswa terkait pelayanan Libro Canteen selama setahun terakhir.

“Ini untuk evaluasi kita. Kan, sudah mau libur, nih, soalnya,” ujar Lupis, salah satu pegawai Libro Canteen.

Kotak tersebut akan diletakkan di meja kasir Libro Canteen Gedung C UMN hingga Jumat (19/05/2017) pekan depan untuk melayani aspirasi civitas akademika selama enam hari. Penempatan kuisioner tersebut juga dilakukan dengan sengaja, karena mahasiswa lebih sering melakukan transaksi di kasir bagian sentral.

Libro Canteen pun menyediakan 1000 kuisioner per harinya yang berisikan beberapa pertanyaan terkait pemilihan tenant makanan terfavorit dan saran untuk Libro Canteen. Angka tersebut dirasa sebanding dengan jumlah mahasiswa UMN dan memudahkan untuk melakukan pendataan.

“Di sini kan kurang lebih 7000 (mahasiswa) kan, ya? Ya, kasarnya paling yang aktif 3000. Jadi kan, 6000 kuisioner cukup selama enam hari,” jelas Supervisi Libro Canteen Anthony.

Ia juga menuturkan, tidak akan ada penambahan kuisioner, karena menurutnya mahasiswa yang belum sempat mengisi dapat melakukan pengisian kuisioner di hari berikutnya.

Kendati demikian, Libro Canteen menilai, inovasi ini dapat menjadi salah satu tolak ukur penilaian kualitas tenant makanan di kantin UMN. Kedepannya, mereka akan kembali melakukan evaluasi dengan cara food test dan memeriksa kebersihan.  Libro Canteen juga akan mempertimbangkan dengan serius tenant makanan yang mendapat tanggapan buruk dari mahasiswa.

“Akan ada serangkaian tes lainnya untuk menetapkan kelayakan tenant yang beroperasi,” pungkas Anthony.

Menyetujui hal ini, Ayin, pemilik tenant Japanese Food merasa kuisioner seperti ini penting untuk diadakan, karena dapat menjaga kualitas kantin itu sendiri.

“Menurut saya bagus, kok, ini! Namanya kita jual makanan, sih, harusnya bersih, ya,” jelasnya. Ayin juga merasa evaluasi dan pengontrolan yang dilakukan oleh Libro Canteen sangat baik untuk mahasiswa.

 

Penulis: Ivan Jonathan

Editor: Nathania Zevwied Pessak

Foto: Ivan Jonathan