Tetralogi Pak Beye: Dari Rak Sepatu Sampai Makanan Favorit Pak SBY

Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.COM — Wisnu Nugroho, penulis buku tetralogi Pak Beye memberikan penjelasan tentang isi buku tetraloginya yang berhubungan dengan SBY, mantan presiden Indonesia, di Lecture Hall, Universitas UMN, Senin (1/12). Dalam buku ini Wisnu mengulas gerak-gerik pemerintahan Indonesia yang menarik perhatian masyarakat.

Pekerjaan Wisnu sebagai juru fotografer istana, membuat ia dekat dengan SBY. Karena hal inilah Wisnu mengalami pengalaman seru bersama SBY yang kemudian ia jelaskan dalam bukunya. Wisnu mengaku ia banyak menemukan peristiwa-peristiwa di Isatan yang menarik perhatiannya.

Salah satu peristiwa yang Wisnu anggap menarik adalah “sepatu para pejabat”. Suatu ketika Wisnu memperhatikan sepatu-sepatu para pejabat yang tersusun rapi di rak sepatu istana, “Pemerintah bilang kita harus cinta dengan produk Indonesia,” jelas Wisnu. Namun, kenyataan Wisnu melihat sepatu-sepatu yang tersusun di rak sepatu itu adalah sepatu-sepatu mahal buatan luar negeri, bukan buatan Indonesia.

Hal lain yang menarik perhatian Wisnu adalah peristiwa selendang dan tas ibu pejabat. Peristiwa dimana seorang ibu pejabat yang harusnya mencintai produk Indonesia malah menggunakan tas mahal buatan luar negeri, dan dengan sengaja menutup tas itu dengan selendang. Perbuatan itu seolah ia sedang menutup rasa malunya kepada masyarakat Indonesia karena tidak mencintai produk Indonesia.

Peristiwa yang tak kalah menarik adalah tentang seorang juru masak istana yang dikeluarkan dari istana karena berat badan SBY yang bertambah.Sang juru masak ini dikeluarkan karena makanannya yang enak membuat nafsu makan SBY meningkat.

Seminar RAK Buku ini ramai dihadiri mahasiswa UMN. Kebanyakan dari mereka penasaran ingin mengetahui bagaimana cara Wisnu mendapatkan informasi-informasi detail, unik, dan tidak banyak diketahui orang itu.

Wisnu menjelaskan bahwa sebagai penulis kita harus belajar untuk menjadi skeptis, kita harus kritis, dan mencari tahu kebenaran informasi yang sudah kita dapatkan.

“Banyak membaca dan mendengar! Be critcs, be creative! Jangan hanya melihat dan sok tahu! Banyak membaca dan mencari tahu!” jelas Wisnu mengenai tips menajadi penulis.

[divider] [/divider] [box title=”Info”]

Penulis: Analuna Djousie Bertina Manullang
Editor : Danielisa Putriadita
Foto : dok.

[/box]