Windyanarti Presta: Tingkat Sabuk Bukanlah Sebatas Lambang

Share:

ARTIKEL 1

DI LUAR kegiatan sehari-harinya sebagai mahasiswi XXX UMN, ia memilki kemampuan di bidang non akademik. Melalui bakatnya dalam seni bela diri, perempuan berprestasi ini membawa nama kampus dalam laga. Baginya, fokus akan hal yang dijalani merupakan kunci untuk menggapai prestasi.

Windyanarti Presta memang menyukai dunia olahraga. Beberapa cabang olahraga ia geluti sejak SMA, seperti renang, basket, dan taekwondo. Saat menduduki bangku kuliah, Windy kembali menantang dirinya untuk ikut kejuaraan taekwondo. Tak disangka, medali emas dan perak berhasil diboyongnya.

Tercatat, ia pernah menyabet Juara I POP Cup Cabang Taekwondo Tingkat Kabupaten Bogor., Juara II PORKAB Cabang Taekwondo Kabupaten Bogor, Juara I Valentino Cup Cabang Taekwondo se-Jakarta Barat, dan Juara II Dulidu Cup Cabang Taekwondo se-Tangerang.

Beruntung, perempuan kelahiran Bogor, 8 Mei 1992 ini merasakan dukungan kampus bagi organiasasi taekwondo. Terlebih setelah berbagai prestasi sudah mulai diraih.

Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswi dan atlet, perempuan berhijab ini mengaku, jadwal kuliah dan kegiatan keolahragaan

pernah berbenturan. Pernah ia terpaksa harus meninggalkan kelas.

Dalam meningkatkan kemampuan dan meraih tingkat sabuk yang lebih tinggi,
Windy juga rajin mengikuti kejuaraan. Hal ini dilakukannya demi menguji diri supaya tingkat sabuk bukan sebatas lambang, melainkan menunjukkan kemampuan yang bertambah seiring diperolehnya prestasi. Dalam mencapai prestasi, penyuka fotografi ini berpendapat bahwa kita harus fokus dengan apa yang dikerjakan.

“Harus fokus, harus serius, harus punya target, jadi apa yang dikerjakan nggak sia-sia,” kata mahasisiwi angkatan 2010 tersebut.

Saat memasuki masa-masa akhir kuliah, persiapan skripsi juga dirasanya menyita waktu kesenangannya dalam berolahraga.

“Ada sih niat untuk latihan (taekwondo) lagi, tapi berhubung skripsi, belum bisa dilanjutkan lagi,” akunya. UKM Taekwondo sempat menawari Windy untuk kembali berlatih. Tampak keinginannnya untuk mencapai target yang lebih tinggi menunggunya di depan mata.

Penulis: Johanes Hutabarat