Jadi Lulusan Terbaik Bukan Jaminan Masa Depan

Foto bersama yang dilakukan oleh para wisudawan Prodi Sistem Informasi dalam Wisuda XI UMN yang diselenggarakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Bumi Serpong Damai (BSD), Sabtu (08/07/17).
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Universitas Multimedia Nusantara (UMN) menggelar Wisuda XI bertajuk ‘Inovasi Sebagai Daya Saing Bangsa’ yang diselenggarakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Bumi Serpong Damai (BSD), Sabtu (08/07/17).

Pada wisuda kali ini, UMN meluluskan sebanyak 284 wisudawan dari tujuh program studi (prodi), yang terdiri dari 82 wisudawan Prodi Ilmu Komunikasi, 76 wisudawan Prodi Desain Komunikasi Visual (DKV), 41 wisudawan Prodi Akuntansi, 37 wisudawan Prodi Manajemen, 17 wisudawan Prodi Sistem Informasi, 26 wisudawan Prodi Teknik Informatika, dan lima wisudawan Prodi Sistem Komputer.

Penghargaan pun diberikan kepada lulusan terbaik setiap prodi. Lantas, bagaimana tanggapan para penerima penghargaan?

Lulusan terbaik Prodi Sistem Informasi, Valencia Wirawan, menyatakan bahwa predikat tersebut bukanlah tujuan utamanya. Sebab, ada hal lain yang lebih penting.

“Wisudawan terbaik itu kan penghargaan, bukan goal sebetulnya. Jadi yang susah itu bagaimana jaga performance selama kuliah,” jawab Valencia yang kini telah bekerja sebagai Management Trainee di Astra Credit Companies.

Hal serupa juga disampaikan lulusan terbaik Prodi Teknik Informatika, Irma Yunita. Baginya, predikat yang diraihnya ini hanya merupakan sebuah hadiah atas kerja kerasnya selama berkuliah.

Disebut sebagai hadiah, kata Irma, salah satunya karena ia harus melewati masa-masa sulit, terutama dalam membagi waktu antara tugas kuliah dan kesibukan berorganisasi serta kepanitiaan, agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan.

“Hadiah (wisudawan terbaik) itu lebih dianggap sebagai award nya aja. Bukan sebagai yang utama sebenarnya. Perjuangan sudah terbayar ketika dinyatakan sarjana komputer,” ucapnya.

Lebih lanjut, selain menjadi penghargaan bagi diri sendiri dan membanggakan orang tua, Irma juga menyatakan bahwa predikat ini dapat memberi keuntungan dalam mencari pekerjaan.

Title wisudawan terbaik prodi TI-nya bisa dipasang di CV (curriculum vitae). Setidaknya dengan menjadi wisudawan terbaik prodi dapat menunjukkan kredibilitas. Tentu perusahaan jadi lebih percaya,” tutur anak bungsu dari tiga bersaudara ini.

KEMBALI PADA PILIHAN PRIBADI

Di tengah persaingan kerja yang tinggi, pengalaman tampaknya dinilai penting untuk mendapatkan pekerjaan, bahkan untuk fresh graduate sekalipun. Mendapatkan predikat lulusan terbaik, baik Irma maupun Valencia memutuskan untuk terjun ke dunia kerja terlebih dahulu.

Karena kalau dilihat-lihat, tidak semua perusahaan melihat fresh graduate bagus hanya dari pengalaman organisasi saja ketika di masa perkuliahan. Ada saja perusahaan yang lebih mementingkan pengalaman (kerja),” tutup Irma.

Oleh karenanya, Irma mengaku tidak ingin langsung melanjutkan pendidikan ke tingkat magister. Ia memilih untuk bekerja sebagai freelancer sembari mencari pekerjaan tetap yang sesuai keinginannya.

Senada dengan Irma, Valencia juga memilih untuk terjun ke dunia kerja terlebih dahulu. Padahal, ia sudah mendapatkan tawaran beasiswa untuk pendidikan tingkat magister.

“Ada (tawaran beasiswa), dari semester enam aku ditawarin S2 sama prodi SI. Tapi aku sendiri lebih pilih untuk kerja dulu. Prefer terjun ke dunia kerja dulu daripada langsung jadi akademisi,” ujar Valencia.

Penulis: Yohanes Yogie

Editor: Clara Rosa Cindy

Foto: Yohanes Yogie