Peduli Thalassemia Lewat Donor Darah ‘Donasemia’

Rotaract bekerja sama dengan Universitas Multimedia Nusantara mengadakan donor darah di C1113, Universitas Multimedia Nusantara pada Senin (14/05/18). (ULTIMAGZ/Devonseta)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Rotaract yang merupakan salah satu organisasi internasional yang bergerak di bidang kemanusiaan menggelar donor darah untuk meningkatkan kepekaan mahasiswa terhadap bahaya thalassemia, Senin (14/05/18) di kelas C1113, Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Bertajuk Donasemia, kegiatan donor darah ini merupakan langkah kecil mengenalkan thalassemia pada anak muda.

“Tujuannya lebih ke arah mahasiswa agar aware terhadap apa itu thalassemia. Jadi kalau mereka pernah dengar soal thalassemia, mungkin mereka akan cari tahu sendiri,” tutur Ketua Acara Donasemia Matius Anthony Purwanto.

Melansir doktersehat.com, thalassemia merupakan ketidakseimbangan pada produksi hemoglobin (Hb) pada darah yang bersifat turun-temurun (genetik). Akibatnya, pembentukan sel darah merah penderita menjadi terhambat padahal sel darah merah berfungsi untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.

Lebih lanjut, penderita thalassemia juga berpotensi menderita anemia akibat kekurangan sel darah merah. Penyakit ini merata dari usia dini hingga usia lanjut. Untuk itu, para penderita thalassemia memerlukan transfusi darah seumur hidupnya.

“Kita dapat membantu saudara kita di luar sana yang membutuhkan darah,” ucap Anthony. Dia juga menuturkan bahwa Rotaract turut bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) sebagai tindak lanjut transfusi darah.

Pun, edukasi mengenai thalassemia dilakukan dengan pembagian brosur dan penayangan video mengenai thalassemia di ruang transfusi darah. Salah satu poin yang diedukasi pada mahasiswa adalah mengenai garis keturunan thalassemia.

Jika seseorang memiliki Thalassemia minor di dalam darahnya dan menikah dengan seseorang dengan thalassemia minor juga, pungkas Anthony, maka anaknya dapat dipastikan menderita thalassemia mayor. Menurutnya, edukasi semacam ini perlu diberikan sejak muda agar mahasiswa dapat memeriksa kondisi darahnya di PMI demi menghindari hal-hal yang tak diinginkan.

Donasemia juga menjawab kurangnya edukasi thalassemia di UMN. Bedasarkan riset yang pernah dilakukan Anthony sebelumnya, tak sampai 50 persen mahasiswa UMN yang pernah mendengar kata thalassemia. Untuk itu, diadakan kampanye mengenai thalassemia untuk mahasiswa UMN.

Di sisi lain, donor darah ini mendapat sambutan yang baik dari mahasiswa UMN. Terbukti dengan terdaftarnya 144 peserta melalui formulir daring yang disebar sebelumnya dari target 100 peserta yang mendaftar. Anthony pun mengaku senang atas antusiasme mahasiswa UMN.

Pun demikian, tak semua mahasiswa dapat mendonorkan darahnya lantaran tekanan darah dan Hb yang berada di bawah standar ketika dicek oleh PMI. Mengantisipasi hal yang tak diinginkan, calon pendonor yang tidak mencukupi kriteria kesehatan yang diberlakukan PMI terpaksa harus bertolak dari C1113.

Penulis: Ivan Jonathan

Editor: Geofanni Nerissa Arviana

Foto: Devonseta Aldi Nathaniel