Perluasan Perpustakaan dan Nama Resmi bagi Gedung D UMN

Ketua Yayasan UMN Teddy Suryanto saat memberikan pidato pembuka acara syukuran UMN meraih akreditasi A di Function Hall UMN, Serpong, Kamis (12/01/17).
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com –  Ketua Yayasan Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Teddy Suryanto berencana akan memperluas perpustakaan dan menyertakan nama pendiri Kompas Gramedia di perpustakaan dan gedung yang baru. Hal ini disampaikan Teddy dalam pidato acara syukuran atas keberhasilan UMN meraih akreditasi A oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) di Function Hall UMN, Serpong, Kamis (12/1/17).

“Perpustakaan mulai tahun ini akan diperluas, dijadikan dua lantai, dan sarananya akan kita tambah. Di gedung baru yang akan beroperasi Juni atau Juli ini juga ada perpustakaan yang luas juga,” tutur Teddy.

Situasi perpustakaan Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Kamis (12/01/17)
Situasi perpustakaan Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Kamis (12/01/17)

Perbaikan tersebut, lanjutnya, dikarenakan fasilitas perpustakaan yang tidak bisa menampung mahasiswa yang tiap tahun kian bertambah. Adapun dengan mendapatkan kepercayaan dari pemerintah dengan akreditasi tersebut, ia berharap perbaikan perpustakaan bisa terealisasikan.

Tak hanya memperluas perpustakaan, Teddy dan beberapa jajaran petinggi UMN juga berencana menggunakan nama pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama dan Petrus Kanisius (PK) Ojong di perpustakaan dan gedung yang baru.

“Iya, dari berbagai pertimbangan, kita harus menghargai PK Ojong dan Jakob Oetama sebagai pendiri. Saya meminta izin ke pak Jakob dan dewan pembina, lalu mereka setuju. Untuk gedung baru nantinya dinamakan gedung New Digital Media Tower PK Ojong Jakob Oetama,” paparnya.

Menara ketiga Universitas Multimedia Nusantara (UMN)
Menara ketiga Universitas Multimedia Nusantara (UMN) yang masih dalam pembangunan.

Adapun alasan lainya adalah karena PK Ojong dan Jakoeb Oetama merupakan pendiri KG yang fokus pada pendidikan. Menurut Teddy, keduanya sempat menjadi seorang guru. Tak ayal, pemberian nama tersebut guna mengenang jasa keduanya.

Penulis: Christoforus Ristianto

Editor: Kezia Maharani Sutikno

Fotografer: Evelyn Leo