Seminar DG IMAGO, Ritter Bagikan Tips Persiapan Terjun ke Dunia Industri

Ritter Willy Putra, salah satu alumni UMN yang bekerja di Thinking Room, sedang membagikan pengalamannya setalah lulus dari dunia perkuliahan dan bekerja di dunia profesional.
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com –  Salah satu rangkaian acara IMAGO: OASIS 2017 yaitu seminar Desain Grafis (DG) bersama alumni digelar pada Jumat (13/10/17) di Lecture Hall, Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Pada seminar kali ini, hadir Ritter Willy Putra, seorang alumni UMN yang berbagi cerita terkait pengalamannya terjun ke industri setelah lulus kuliah.

Menurut Ritter, industri seni seperti DG  merupakan pekerjaan yang memerlukan kreatifitas yang tinggi. Oleh karena itu, diperlukan persiapan yang matang sebelum memasuki dunia industri yang sesungguhnya.

“Banyak lulusan DG yang setelah lulus justru membelok ke pekerjaan yang tidak ada hubungannya dengan DG.  Alasannya beragam, salah satunya adalah kurangnya persiapan untuk memasuki industri seni yang sesungguhnya,” ujar alumni DG UMN angkatan 2012 ini.

Untuk mencegah terjadinya hal tersebut, Ritter membagikan beberapa tips yang perlu disiapkan oleh para desainer grafis sebelum memasuki dunia industri. Cara yang pertama adalah fleksibilitas. Para desainer grafis tentu saja memiliki gaya dan ciri khas tersendiri. Namun hal tersebut tidak boleh menjadi penghalang dalam dunia industri nantinya.

“Idealisme itu penting, tetapi jangan sampai idealisme tersebut justru menghambat pekerjaan. Kita harus bisa fleksibel dalam berkarya,” katanya.

Selanjutnya, seorang desainer grafis juga harus memiliki wawasan yang luas untuk menunjang kreatifitas dalam pekerjaannya.

“Pengetahuan itu penting. Cara mendapatkannya pun tidak sulit. Cukup dengan banyak membaca dan melihat realitas di sekitar kita,” tutur Ritter.

Hal terakhir yang tidak kalah pentingnya adalah sikap dan cara berkomunikasi. Bagaimana kita bersikap dan berkomunikasi merupakan poin yang penting dalam segala aspek pekerjaan. Tidak jarang seorang desainer grafis dengan kemampuan yang hebat justru gagal dalam dunia industri dikarenakan dua faktor tersebut.

“Percuma jika karyanya bagus tetapi tidak bisa menyampaikan pesan dari karya tersebut kepada orang lain. Jadi, kemampuan berkomunikasi yang baik juga perlu dilatih agar nantinya (desainer grafis) siap ketika terjun ke dunia industri,” tutup Ritter.

Penulis: Natalia Setiawan

Editor: Kezia Maharani Sutikno

Foto: Reynard Santoso