Semua Orang Bisa Menjadi Food Blogger dan Food Vlogger

Pendiri akun @makansampaikenyang Prathama Gilang sedang menjelaskan tentang filosofi dari “Makan sampai kenyang” kepada peserta Seminar “FoodTalk: Food Blogging and Vlogging 101” di Lecture Hall Universitas Multimedia Nusantara, Rabu (15/11/17).
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Dunia kuliner ternyata tidak hanya sekadar mengenyangkan perut, tetapi juga sebagai ekspresi eksistensi di media sosial dengan menjadi  food blogger dan food vlogger. Hal itu mengemuka dalam seminar bertajuk “Foodtalk: Food Blogging and Vlogging 101” yang merupakan salah satu dari rangkaian acara Foods Jaman Now, Rabu (12/11/17) di Lecture Hall UMN. 

Seminar tersebut turut menghadirkan beberapa narasumber, yaitu Yudho Perwiro ( food vlogger @Boengkoesnetwork), Clara Arde (pendiri @eatInTangerang), dan Prathama Gilang (pendiri @Makansampaikenyang).

Clara yang merupakan alumni UMN berbagi kisah terkait awal mula pengalamannya menggeluti dunia kuliner. Memiliki hobi makan sejak kecil, Clara yang berdomisili di Jakarta harus menetap di kos ketika melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Keadaan itulah yang membuat Clara berinisiatif untuk menjadi seorang food blogger.

“Aku menjadi anak kos yang tidak ada waktu untuk memasak sehingga aku lebih suka mencari makan di luar. Tetapi sayangnya, belum ada info tentang makanan Tangerang padahal banyak kuliner di daerah sini,” ujar alumni Jurnalistik UMN lulusan 2016 ini.

Berbeda dengan Clara, Yudho juga memiliki kisah menarik pada awal berdirinya kanal Youtube @Boengkoesnetwork. Kala itu, dirinya hanya menggunakan ponsel untuk merekam dan meminta bantuan salah seorang temannya yang mampu mengedit video. Kemudian di tahun 2016, Yudho baru memiliki kamera untuk merekam video blog atau vlog-nya dan perlahan belajar menyunting video.

“Intinya jangan pernah pikirkan teknik, langsung buat sekarang. Jangan pernah memiliki alasan karena peralatan yang terbatas. Jalanin saja, semua akan nyusul,” kata Yudho menjawab kekhawatiran pemula food blogger dan food vlogger.

Selain itu, ketiga narasumber juga membagikan beberapa tips dalam membuat konten menarik. Seperti Clara, misalnya, yang beranggapan bahwa dirinya harus memposisikan diri sebagai pengikut @eatInTangerang. Foto yang ditampilkan kemudian menjadi sesuai dengan harapan pengikutnya. Ia juga memastikan untuk menonjolkan sesuatu yang dimiliki oleh makanan tersebut sehingga makanan tersebut tampak menggiurkan.

Lain halnya dengan Gilang yang selalu memperhatikan sudut pengambilan gambar. Tak hanya itu, pencahayaan yang tepat juga menjadi salah satu syarat penting agar foto atau video menjadi apik. Hal itu dapat dilakukan dengan duduk di pinggir jendela sehingga foto yang diunggah memiliki tekstur dan warna yang akurat.

Di balik kesuksesan yang mereka raih sekarang, ada beberapa hal yang harus diperjuangkan dan dikorbankan. Salah satunya seperti yang dialami Clara yang mulai menjadi food blogger di akhir masa perkuliahan. Ia mengaku sempat mengalami kesulitan untuk membagi waktu dengan kesibukan kuliah. Namun, komitmen yang sejak awal dimilikinya untuk rutin mengunggah di akun miliknya mampu membuatnya terus melanjutkan hobinya tersebut.

“Sekarang memang sudah tinggal di Jakarta, tetapi sayang kalau @eatInTangerang tidak diterusin. Jadi, aku selalu sempatkan waktu untuk ke sini (Tangerang) supaya konten tetap terus berjalan,” jelas Clara. 

Penulis : Agatha Lintang

Editor : Geofanni Nerissa Arviana

Foto : Billy Dewanda