Ada Gulali di Hatiku, Ajang Unjuk Gigi Anak-Anak Rusun

Para pemain dan pendukung yang tergabung dalam Drama Musikal Operet Aku Anak Rusun bertajuk "Ada Gulali di Hatiku" berpose usai membuka acara Press Conference yang diadakan di Rusunawa Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur, Rabu (6/9/17).
Share:

JAKARTA, ULTIMAGZ.com – Operet Aku Anak Rusun mengumumkan akan menggelar pementasan drama musikal berjudul Ada Gulali di Hatiku. Dalam konferensi pers yang diadakan di Rusunawa Pulogebang, Jakarta Timur, Rabu (6/9/17), dibocorkan sedikit gambaran pentas melalu diskusi dan kolaborasi penampilan pendek antara anak-anak rusun, serta pelajar Sekolah Musik Gloriamus Soundkestra.

Konferensi pers tersebut turut dihadiri oleh para tokoh dan perwakilan dari komunitas yang memiliki andil besar dalam proses persiapan pentas, di antaranya Happy Farida Djarot , Catherine Widjaja, Vanda Parengkuan, Dovieke Angsana, dan Rita Dewi Saleh. Konferensi dibuka dengan kata sambutan dari Happy yang juga Ketua Penggerak PKK DKI Jakarta.

Dalam sambutannya, Happy menjelaskan bahwa Operet Aku Anak Rusun merupakan salah satu rencana guna mempersiapkan generasi penerus bangsa yang mencintai budaya dan seni di Tanah Air.

“Anak-anak sebagai penerus masa depan harus mengenal kebudayaan serta seni di dalam negeri, kami berharap hidup anak-anak dapat menjadi lebih indah dengan mempraktekkan seni secara langsung,” ucap Happy.

Lebih jauh, istri Djarot Saiful Hidayat ini menegaskan kalau anak-anak rusun juga memiliki kelebihan yang layak diperhitungkan, kendati memiliki keterbatasan ekonomi.

“Jakarta ini punya demografi yang beragam, mulai dari suku, budaya, hingga tempat tinggal. Walaupun terdapat jarak dalam masalah ekonomi, saya percaya anak-anak rusun juga dapat melakukan hal-hal luar biasa jika diberi kesempatan,” tuturnya.

Ucapan Happy diamini oleh Rita yang menyutradarai drama musikal ini. Wanita yang pernah mengurus koreografi Operet Bobo : Monster Hipokrito ini menyebut anak-anak di kawasan metropolitan “sedikit” lebih beruntung karena mendapat sokongan dana dari orang tua dalam menjalani minat mereka.

“Berbeda dengan anak-anak rusun, biasanya anak yang berasal dari keluarga berkecukupan sudah mendapat support sejak dini dari orangtua nya,” papar Rita.

Menampilkan 110 orang anak paduan suara serta 40 orang penari yang berasal dari berbagai rusun di Jakarta, anak-anak yang berusia antara 6-17 tahun tersebut akan berkolaborasi dengan siswa-siswi Sekolah Musik Gloriamus Soundkestra. Acara yang didukung oleh “Perkumpulan Artsip” ini akan membawakan drama yang dibalut dengan aransemen beragam lagu daerah seperti “Rasa Sayange” dan “Ampar-Ampar Pisang”.

Adapun acara yang sudah dipersiapkan selama 6 bulan terakhir akan dilaksanakan pada 21 September 2017 di Ciputra Artpreneur Theater, Jakarta Selatan. Pemesanan tiket sendiri sudah dapat dilakukan melalui Kiostix.com.

Penulis : Gilang Fajar Septian

Editor : Christoforus Ristianto

Fotografer : Yohanes Yogie