Berbincang Santai di Peluncuran Buku #KamiAhok

Para penulis buku #KamiAhok berfoto bersama seusai acara yang berlangsung di Gramedia Central Park, Kamis (27/07/17).
Share:

JAKARTA, ULTIMAGZ.com – Suguhan acara interaktif mewarnai peluncuran buku #KamiAhok yang berlangsung di Gramedia Central Park, Jakarta Barat, Kamis (27/07/17) lalu. Obrolan santai yang memaparkan impresi tentang mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sambil sedikit membedah buku disajikan dalam acara ini.

Dihadiri oleh 17 orang penulis yang beberapa di antaranya menggunakan kemeja kotak-kotak khas Ahok, acara yang menghadirkan Ratih Ibrahim dan Yunarto Wijaya berlangsung secara terbuka dan mudah dipahami. Pada sesi ini, kedua pembicara utama yang dekat dengan Ahok itu mengenang hal-hal yang berkesan dari mantan Bupati Belitung Timur.

“Pak Ahok memang orangnya asyik, ceplas-ceplos, seru dan senang bercanda,” kenang Ratih yang dulu sempat berkuliah di universitas yang sama dengan Ahok.

Lain hal dengan Ratih yang menggambarkan sisi humoris dari pria yang saat sedang menjalankan masa tahanannya ini, ketegasan Ahok dalam menegakkan peraturan di ibu kota justru menjadi sesuatu yang membuat Yunarto terkesan.

“Dulu di depan pacuan kuda Pulomas yang dekat dengan rumah saya, ada pasar kaget ilegal yang sudah berdiri 12 tahun sampai 2014 lalu. Pada saat Jokowi jadi gubernur, pasar itu sempat diberedel dan hilang 3 minggu. Karena di-backing oleh pihak tertentu, akhirnya pasar itu kembali muncul dan Jokowi menyerah,” cerita Yunarto.

“Nah, ketika Jokowi naik jadi Presiden, dan gubernur gila ini dilantik, dalam tiga minggu pasar kaget ini berhasil dibereskan dan tidak pernah ada lagi.”

#KamiAhok sendiri merupakan buku yang dibuat sebagai kado dalam memperingati ulang tahun Ahok yang ke-51 pada 29 Juni 2017 lalu. Proses penulisan buku hanya memakan waktu tiga minggu karena perencanaannya yang dilakukan secara mendadak.

Proses pembuatan buku pun tidak hanya memuji karakter dan hasil kerja Ahok selama memimpin. Terlihat dengan isinya yang juga berisi kritik namun dengan ‘kasih’ yang disertakan. Salah satu kritik disampaikan oleh Ignatius Haryanto terkait masalah penanganan relokasi Bukit Duri.

Dijual resmi di toko-toko buku pada 7 Agustus mendatang, dana hasil penjualan buku #KamiAhok ini sepenuhnya akan diserahkan kepada Gerakan Pemuda Ansor yang dinilai konsisten menjaga kebhinekaan di Indonesia.

 

Penulis: Gilang Fajar Septian

Editor: Christian Karnanda Yang

Fotografer: Aldo Sitanggang

  • Terima kasih liputan peluncuran buku #KamiAhok.