Bersantai dengan Musik di FUSE 2017

Persiapan grup musik Mantra Vutura di panggung utama FUSE 2017 garapan Binus International yang diadakan di Ballroom Kuningan City pada Sabtu (18/11/17) silam.
Share:

JAKARTA, ULTIMAGZ.com –  Meski mengusung konsep modern futuristik, FUSE 2017 menghantarkan suasana kalem dan rileks pada paparan festival musik besutan Universitas Bina Nusantara (Binus) Internasional pada Sabtu (18/10/17) di Kuningan City. Kolaborasi antara empat unsur utama FUSE 2017 yakni musik dengan unsur-unsur pendukung berupa seni, mode, serta makanan dan minuman mendukung konsep santai yang ditawarkan.

Nuansa hangat dikedepankan sebagai identitas festival musik yang menginjak tahun keduanya tersebut. Sebut saja musisi tanah air seperti Vira Talisa, Sore, dan Teddy Adhitya yang tampil bergantian di panggung FUSE 2017. Karakter musik yang mengalun pelan turut mendukung suasana teduh di Ballroom Kuningan City kala itu.

Tak pelik, nada-nada khas para vokalis membuat penonton merasa nikmat mengangguk serta bersenandung ringan menggandrungi irama musik tanpa perlu melompat-lompat. Suasana ini memang diharapkan saat FUSE 2017 berlangsung.

“Pemilihan genre seperti ini merupakan filosofi kita so they can absorb the music and not just for the sake of  loncat-loncat,” ujar Public Relations Fuse 2017 Geralda Mustika.

Ditutup dengan penampilan satu-satunya musisi internasional Mayer Hawthorne, suasana santai tetap bertahan hingga akhir.

Penampilan Disc Jockey (DJ) dalam rangkaian Future Impulse Scenery x Echoes di bagian luar Ballroom juga turut menghibur pengunjung FUSE 2017 yang sedang menyantap hidangan dan rehat sejenak usai menyaksikan penampil di panggung utama. Namun tetap, melodi dan irama yang dilantuntukan oleh DJ tersebut tetap terdengar santai dan sesekali membuat pengunjung mengangguk-anggukan kepala mengikuti iramanya.

Dari sisi artistik, Pojok seni FUSEArt yang dihadirkan FUSE 2017 berperan meningkatkan sisi artistik festival tersebut. Tak ayal, pengunjung terhenti sejenak untuk mengambil gambar dan menikmati karya seni yang terkurasi dari seniman Liko Sukhoy, Bonekamerah, Alienpang, dan Sakinah Alatas.

Unsur mode dalam FUSE 2017 tampak dari rangkaian gerai pakaian yang ada di area. Beberapa produk lokal yang hadir meliputi Sonic Live, SOL, dan Creme. Produk-produk tersebut merupakan produk lokal yang dikurasi oleh panitia dan dinilai cocok untuk konsep kontemporer FUSE 2017. “Fashion-nya terkurasi dengan tren yang lagi ada sekarang,” tukas Geralda.

Senada dengan hal tersebut, gerai makanan yang dihadirkan juga merupakan produk lokal yang dipilih langsung oleh panitia. Makanan dan minuman yang dijual pun cenderung mudah dibawa-bawa sehingga pengunjung dapat menikmati berlangsungnya acara sembari makan.

Adapun pengunjung perlu melewati satu rute dimulai dengan melewati gerai-gerai pakaian di area FUSEFashion dilanjutkan dengan mampir di area FUSEArt. Setelah itu, barulah pengunjung dapat memasuki panggung utama untuk menikmati musik dari penampil-penampil malam itu. Sedangkan gerai makanan terdapat di luar panggung utama.

Penulis: Ivan Jonathan

Editor: Christian Karnanda Yang

Foto: Roberdy Giobriandi