BLIDZ 2018, Titik Kumpul Ilmu dan Investasi bagi Mahasiswa Prasetiya Mulya

Aktivitas salah satu tenant BLIDZ 2018, Vendorku, yang sedang menjelaskan serba-serbi bisnisnya kepada beberapa investor di Hotel Ayana Midplaza, Jakarta Pusat, Selasa (31/07/18)
Share:

JAKARTA, ULTIMAGZ.com – Acara tahunan Universitas Prasetiya Mulya, Business Launch and Investor Dayz (BLIDZ) kembali sukses digelar pada Selasa (31/07/18) di Hotel Ayana Midplaza, Jakarta Pusat. Memasuki tahun keempatnya, BLIDZ berinovasi dengan memberikan fasilitas business coach bagi tiap tenant.  

Bertemakan Prospect-Process to Perfection, BLIDZ menghadirkan 33 tenant yang terbagi dalam lima kategori, yakni food & beverage, fashion, beauty, creative, dan tech & service. Jika pada tahun sebelumnya hanya beberapa tenant terpilih yang mampu melakukan business matchmaking, pada tahun ini semua tenant yang hadir dapat melakukan pitching dengan investor.

“Beda dari segi konsepnya, kalau tahun kemarin hanya ada 15 dari total 50 business project pilihan dosen yang bisa ‘matchmaking‘. Kalau tahun ini, semuanya bisa lakuin proses pitching. Nah, matchmaking itu proses pitching di masing-masing ruangan dengan investor yang memang into it. Kan sebelum ini, investor udah RSVP tuh jadi udah tahu interest ke kategori apa,” jelas Co-Chairman BLIDZ 2018 Hana Angelina.

Keramaian yang tercipta dalam acara BLIDZ 2018 (31/07/18). Acara yang dimulai sejak 2014 silam merupakan kegiatan tahunan mahasiswa/mahasiswi Universitas Prasetiya Mulya untuk membantu bisnis start-up mahasiswanya menemukan investor dan memperluas networking. (ULTIMAGZ/Felisitasya Manukbua)

Selain proses matchmaking, mahasiswi jurusan Bisnis 2016 ini juga menegaskan adanya perbedaan ketentuan peserta tenant dan investor pada BLIDZ kali ini. Di tahun keempat penyelenggaraannya, para alumni S1 dan S2 Universitas Prasetiya Mulya juga turut memeriahkan daftar tenant BLIDZ. Tak hanya itu, ketentuan investor juga diubah menjadi open for public.

“Jadi tahun lalu tuh, biasanya tertutup hanya investor atau kontributor yang diundang, tapi tahun ini open for public. Kalau punya rekanan atau referensi yang mau datang, boleh,” ujar Hana.

Dengan lebih dari 50 panitia pengurus, BLIDZ bertujuan mendukung bisnis start-up mahasiswa Prasetiya Mulya bukan hanya dari segi finansial, tetapi juga dari segi networking dan ilmu bisnis. Hal ini turut dirasakan Melita dan Liza, dua mahasiswi semester akhir pemilik start-up “We Ef Beauty”, salah satu tenant di acara yang diadakan sejak 2014 silam ini.

“Kita tahu, BLIDZ itu banyak investor, influencer. Tahun sebelumnya itu hanya investor tapi tahun ini ada influencer dan mentor. Karena kita start-up, jadi kita butuh banget yang namanya mentor. Untuk bisa sustain  sebuah bisnis kan harus ada mentor dan investor, BLIDZ bisa kasih kita potensi untuk dapetin itu semua,” ujar Melita, mahasiswi Bisnis 2014.

Potret aktivitas tenant Petals et Bloom di BLIDZ 2018. Dalam acara ini, investor dan wirausahawan dapat bertemu dengan langsung. Proses pitching pun dilakukan di ruangan yang telah terspesifikasi kategori bisnisnya. (ULTIMAGZ/Felisitasya Manukbua)

Walau sempat mengalami keterlambatan dari segi waktu, acara ini terbilang mampu membawa suasana kondusif dan iklim investasi bisnis yang nyata kepada para mahasiswa/mahasiswi Prasetiya Mulya. Hal ini dibuktikan dengan ramainya investor yang datang dari berbagai kalangan, entah itu para angel investor, venture capitalist, entrepreneur, dan juga kalangan profesional.

 

Penulis: Diana Valencia

Fotografer: Felisitasya Manukbua

Editor: Gilang Fajar Septian