Dua Mahasiswa UMN Jadi Peserta Student Exchange di Eropa

Dua mahasiswa UMN, Genoveva Aslikdeana dan Marchellino Imam, telah berangkat menjadi peserta program exchange di Eropa untuk sesi musim dingin tahun ini, periode bulan Januari hingga Maret 2018.
Share:

TANGERANG, ULTIMAGZ.com  Genoveva Aslikdeana dan Marchellino Imam menjadi dua nama mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) yang muncul sebagai peserta pada kegiatan Global Volunteer di Eropa untuk sesi musim dingin tahun ini. Hal tersebut telah dikonfirmasi oleh koordinator keberangkatan, Vice President of Outgoing Global Volunteer Marsella Andela.

Kegiatan Global Volunteer ini diadakan oleh organisasi internasional AIESEC, yang juga beroperasi di UMN. Sebelum memulai kegiatan, para peserta diperbolehkan untuk memilih negara tujuan yang mereka inginkan.

Adapun, dua peserta tersebut memilih negara tujuan yang berbeda. Genoveva memilih untuk melakukan proyek di Polandia, sedangkan Marchellino memutuskan untuk pergi ke Republik Ceko.

“Karena belum pernah merasakan (suasana) di Eropa sebelumnya, dan ingin mengenali kultur dan kebiasaan orang sana,” ujar Marchellino. “Terlebih, ingin keluar dari zona nyaman.”

Dalam kegiatan yang dijalankannya ini, Marchellino memperkenalkan budaya atau kultur Indonesia ke lebih dari seribu pelajar di Praha, ibu kota Republik Ceko. Aksi tersebut bertujuan agar para pelajar di Republik Ceko dapat mengetahui keberadaan Indonesia.

Marchellino Imam menjalankan proyek mengajarkan budaya Indonesia ke seribu pelajar di negara Republik Ceko, selama enam minggu.

“Yang dilakukan di sana adalah memperkenalkan kultur dan budaya Indonesia ke lebih dari seribu pelajar di Ceko,” jelasnya saat dihubungi via kontak pesan, Selasa (13/03/2018). “Supaya mereka tahu Indonesia punya ribuan budaya dan puluhan ribu pulau.”

“Dampaknya bakal meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak di sana. Ini pun salah satu program dari Sustainable Development Goals (SDG), United Nations (atau PBB),” tambah Marchell.

Sedikit berbeda dari Marchell, Genoveva memiliki target sendiri di kegiatan proyeknya, yakni mengajarkan bahasa Inggris dan memperkenalkan budaya Indonesia.

“Jadi proyek aku di Wrocław, Polandia namanya International Education. Dan, itu diusung sejalan dengan nilai SDG nomor empat di bidang quality education,” ujar mahasiswa yang akrab dipanggil Geno ini. “Di sini kegiatannya mengajar bahasa Inggris dan sharing tentang budaya Indonesia.”

Kedua peserta baru akan pulang pada pertengahan bulan Maret, usai menjalankan kegiatan proyek yang masing-masing berdurasi selama kurang lebih enam minggu terhitung sejak keberangkatan mereka pada bulan Januari akhir.

Genoveva Aslikdeana bersama anak-anak di sekolahnya, di daerah Wrocław, Polandia. Ia menjadi salah satu pengajar bahasa Inggris sekaligus memperkenalkan budaya maupun tradisi khas milik Indonesia.

Dalam program Global Volunteer ini, terdapat beragam pelajaran yang diperoleh kedua peserta. Salah satunya dirasakan oleh Geno yang merasa dapat lebih percaya pada dirinya untuk bertahan hidup secara mandiri.

“Berawal dari kemandirian dan bertahan hidup sendiri di negara yang sangat berbeda dengan Indonesia,” kata mahasiswa UMN yang sedang menempuh semester dua ini. “Dan yang pasti kita dibuat untuk lebih terbuka dengan keadaan yang ada di dunia.”

Ia juga menambahkan bahwa di zaman globalisasi ini diperlukan kegiatan yang dapat memacu keberanian dan pengalaman dalam bertukar pikiran dengan orang antarnegara. Hal tersebut amat penting dalam upaya untuk mengikuti perkembangan dunia dan melahirkan pribadi yang open-minded.

Lain dari Geno, Marchell mengakui jika dirinya menjadi semakin terlatih selama menjalankan proyek di Ceko, khususnya dalam kemampuan berkomunikasi.

“Pelajaran yang didapat banyak sekali, mulai dari melatih communication skills, hingga bisa kenal sekaligus mengetahui kebiasaan dengan teman-teman dari berbagai negara,” tutupnya.

 

Penulis: Felix

Editor: Gilang Fajar Septian

Foto: Genoveva Aslikdeana, Marchellino Imam