Europe on Screen 2017 Kembali Ajak Masyarakat Tonton Film Dokumenter

Festival Europe On Screen (EoS) 2017 memberikan pandangan kepada penonton kalau film-film yang masuk ini menjadi hiburan untuk para penonton. Konferensi pers yang diadakan di Pullman Hotel, Jakarta ini dihadiri oleh festival director pada Selasa (25/04/17).
Share:

JAKARTA, ULITMAGZ.com – Festival film asing terbesar, Europe on Screen (EoS), kembali menggelar rangkaian acaranya pada 5-14 Mei mendatang. Dalam edisi ketujuhbelasnya, EoS 2017 akan menampilkan 74 film dari 21 negara di Eropa, di antaranya merupakan 16 film dokumenter dalam Docu section.

“Saya sangat senang tahun ini EoS terus menampilkan seleksi film dokumenter. Bagi saya, kalian para jurnalis dan filmmaker dokmenter merupakan penjaga dan penyelamat demokrasi. Jika kita menghilangkan para jurnalis dan filmmaker dokumenter, kita sedang membuat jalan bagi para dictator,” ujar festival director dari EoS 2017, Orlow Seunke, saat konferensi pers EoS 2017 yang digelar di Grand on Thamrin, Pullman Hotel, Jakarta, Selasa (25/4/17).

Orlow menambahkan, baginya, tetap menampilkan film-film dokumenter dalam festival film masih penting, meskipun mayoritas masyarakat Indonesia tidak banyak yang suka menonton film dokumenter. Hal tersebut terjadi karena masyarakat menganggap film dokumenter selalu membahas isu yang berat, atau cenderung berusaha menyampaikan suatu pesan sehingga dinilai membosankan dan tak ringan.

“Saya ingin memperlihatkan film-film dokumenter yang telah saya pilih merupakan film-film yang begitu menghibur, jadi datanglah dan lihat sendiri,” tambahnya.

Film-film dokumenter asal Eropa yang telah diseleksi dan akan ditampilkan antara lain adalah A Syrian Love Story, Clear Years, Democracy: Im Rausch der Daten, Dennis Hopper: Uneasy Rider, El Viaje – A Road Trip into Chiles Musical Heritage, Everything Under Control, Fire at Sea, La Chana, Nice People, On the Track of Robert van Gulik, Prison Sisters, Raving Iran, Santoalla, Tale of a Lake, The Killing$ of Tony Blair, dan Those Who Dare.

Tak hanya di Jakarta, festival film yang telah berjalan sejak tahun 2000 ini juga akan diputar di Bandung, Denpasar, Medan, Surabaya, dan Yogyakarta.

Penulis: Valerie Dante

Editor: Christoforus Ristianto

Foto: Elvira Lisa