Illucinati: Catatan Bersejarah Ernest Prakasa

Share:
Foto : Ghina Ghaliya

Stand-up comedian, Ernest Prakasa menggelar turnya yang kedua setelah Merem Melek Tour di tahun 2012 silam. Acara bertajuk “Illucinati” ini diadakan di Gedung kesenian Jakarta pada Sabtu (15/1/2013). Tak hanya di Jakarta, tur ini telah mengelilingi 16 kota di Jawa-Bali-Sumatera-Kalimantan-Sulawesi.

Tur ini dikatakan sebagai catatan sejarah karena kali ini, Ernest mengadakan stand-up comedy spesial pertama di Indonesia yang digelar sebanyak tiga kali dalam sehari dengan penampilan selama 1,5 jam. Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri untuknya karena membutuhkan kekuatan fisik yang ekstra.  

Acara dari tur Ernest ini memiliki tiga pilihan jam pertunjukan. Pertunjukan pertama pada pukul 12.00-14.00.  Pertunjukan kedua pada pukul 16.00-18.00, dan pertunjukan ketiga pada pukul 20.00-22.00. Di masing-masing pertunjukan, ia ditemani oleh penampilan dari Arie Kriting, juara 3 Stand-Up Comedy Indonesia Kompas TV Season 3.

Di “Illucinati” ini pun Ernest sedikit berbeda. Ia mencoba untuk membahas topic tentang para kandidat calon presiden yang akan maju ke Pemilu 2014 mendatang dengan tetap mengajak untuk bersenang-senang sambil menertawakan hidup.

Kata “Illucinati” sendiri berawal dari bitnya soal Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau paling dikenal dengan panggilan Ahok. Menurut Ernest, jika Amerika ada Illuminati, di Indonesia juga ada pergerakan underground yaitu “Illucinati”. Tujuannya adalah menjadikan Ahok presiden. Sehingga menurutnya, kata “Illucinati” tersebut cocok untuk dijadikan sebagai tajuk turnya.

Seolah gerakan “Illucinati”ini diakui, dalam acara final dari turnya ini Ernest pun kedatangan sang Wakil Gubernur DKI Jakarta. Ahok yang hadir mengenakan kemeja kotak-kotak inipun turut tampil mengajak penonton untuk tertawa di atas panggung. Ia juga membahas tentang kejadian saat menggendong Butet Kertaradjasa dalam sebuah acara beberapa waktu lalu.

Lalu pada penghujung acara, Ernest pun mempersembahkan sebuah patung Ahok seberat 30kg kepada sang Wakil Gubernur sebagai emblem “Illucinati”.

[divider] [/divider]

 

[toggle title=”Info Artikel”] Reporter : Ghina Ghaliya
Editor : Patric Batubara
[/toggle]