Jurnalis Peduli Pendidikan, Buku “Inspirasi Kebangsaan Ruang Kelas” Diterbitkan

(Dari kiri-kanan) Anies Baswedan, Budiman Tanuredjo dan St. Sularto resmi meluncurkan buku karay Sularto dengan judul "Inspirasi Kebangsaan dari Ruang Kelas" pada Jum'at (13/5) di Hotel Santika Premiere Slipi, Jakarta.
Share:

JAKARTA, ULTIMAGZ.com – Setiap tanggal 2 Mei, bangsa Indonesia merayakan Hari Pendidikan Nasional yang juga merupakan hari ulang tahun Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara. Untuk merayakan dan mengenang jasanya tersebut, Kompas mengadakan peluncuran dan diskusi buku “Inspirasi Kebangsaan Ruang Kelas” yang ditulis oleh Stanislaus Kostka Sularto, penulis yang sudah menjadi wartawan Kompas sejak muda.

Acara yang diadakan di Hotel Santika Premiere, Slipi, Jakarta, Jum’at (13/05) ini turut menghadirkan tamu bergengsi seperti Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ke-26, Anies Baswedan, yang turut serta dalam embantu peluncuran dan penulisan buku karya Sularto. Hadir pula Pemimpin Redaksi Kompas Cetak, Budiman Tanuredjo yang sempat memberikan kata sambutan.

“Jurnalis itu tidak kenal usia, dari muda sampai usia tua, jurnalis tetap terus berkarya.” ujar Budiman dalam sambutannya.

Sebagai seorang mantan wartawan Kompas, Sularto merasa perlu untuk tetap berkarya, salah satunya dalam bukunya tersebut. “Buku itu adalah mahkotanya jurnalis, dari sebuah bukulah seorang jurnalis dapat terinspirasi dan berkarya,” kata Sularto sembari memperlihatkan buku karyanya.

Tak hanya peluncuran, sesi acara dilanjutkan dengan adanya diskusi atau pembahasan isi buku secara mendalam. Dalam diskusi tersebut, Menteri Pendidikan ke-16, Daoed Joesoef menceritakan sejumlah pengalamannya sembari menjelaskan detail dari buku Inspirasi Kebangsaan Ruang Kelas.

“Dunia pendidikan jika dilihat yang dulu dengan yang sekarang sangat berbeda. Kalau dulu fokus ke arah kebudayaan, kalau sekarang lebih mengarah ke pembelajaran secara akademik,” pungkas Daud.

Tak hanya Daoed Joesoef, Itje Chodidjah selaku pakar pendidikan turut mengungkapkan metode pengajaran guru zaman sekarang dalam acara ini. Ia menilai bahwa metode yang digunakan kurang efektif dan efisien. Hal ini dikarenakan kebanyakan guru terlalu berpacu pada “text book”, serta kurangnya sosok guru yang mampu menginspirasi murid-muridnya.

“Zaman sekarang anak-anak lebih sering diberikan banyak soal, sehingga anak yang dianggap pintar itu kalau anak itu rajin mengerjakan banyak soal. Padahal definisi pintar yang sebenarnya bukanlah seperti itu,” kata Itje.

Melalui acara ini, seluruh tim pembicara berharap agar dunia pendidikan Indonesia dapat berkembang dan mengalami perubahan. Khususnya agar menjadi pendidikan yang tidak menyiksa kalangan pelajar dengan banyak soal, melainkan dapat memajukan pelajarnya lewat edukasi dan didikan gurunya yang bermanfaat.

Penulis: Christian Manafe
Editor: Agustina Selviana
Foto: Christian Manafe