Kenali Gejala Penyakit Jantung Koroner Sejak Dini

Para pembicara (Kiri-Kanan) dr. Antono Sutandar, Syahlina Zuhal dan dr. Lily Sriwahyuni Sulistyowati beserta dengan dua moderator dalam Forum Diskusi Kesehatan Harian Kompas-RS Siloam, Sabtu (24/9)
Share:

JAKARTA, ULTIMAGZ.com – Kompas dan Rumah Sakit Siloam kembali bekerja sama dan menggelar diskusi kesehatan yang dilakukan tiap akhir bulan. Diskusi kali ini membahas “Gejala Penyakit Jantung Koroner” yang dilaksanakan di Puang Oca Senayan, Sabtu (24/9).

Membahas bagaimana cara masyarakat mengenali gejala-gejala atau tanda-tanda datangnya serangan jantung dan apa saja penyebabnya, diskusi ini dihadiri oleh dokter-dokter ternama sebagai pembicara dalam seminar ini seperti Lily Sriwahyuni Sulistyowati selaku Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P22PTM), Syahlina Zuhal selaku Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia, dan Antono Sutandar, Cardiologist dari Siloam Hospitals, Kebon Jeruk.

Menurut mereka, sampai saat ini Penyakit Jantung Koroner (PJK) menjadi salah satu pembunuh diam-diam yang paling sering menyebabkan kematian. Tiap tahunnya sendiri kasus penyakit jantung terus bertambah, bahkan untuk setiap harinya ada 200 kasus mengenai penyakit jantung.

“Penyakit jantung sendiri dipicu dari hal-hal kecil yang sering kita temui seperti gaya hidup dan pola makan,” imbuh Lily. Salah satu penyebabnya juga adalah merokok, baik itu perokok aktif maupun pasif, diduga asap rokok yang dihirup ataupun masuk ke dalam tubuh dapat memengaruhi kondisi jantung seseorang.

Penyakit jantung sendiri merupakan ketidakmampuan fungsi jantung seseorang untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Berbeda dengan serangan jantung yang umumnya disebabkan karena jantung seseorang mengalami penyumbatan atau penyempitan pembuluh darah. Tanda-tanda datangnya penyakit ini tidak dapat disadari secara langsung, karena gejalanya masih dianggap sepele. Namun, hal ini akan menjadi fatal jika tidak ditangani dengan segera. Gejala-gejalanya umum penyakit jantung ditunjukkan dengan sakit kepala, dada terasa nyeri, sesak nafas, berkeringat walau tidak melakukan aktivitas yang berat, bahkan pingsan atau tidak sadarakan diri secara mendadak.

Menurut Antono, walaupun kasus untuk penyakit dan serangan jantung tiap harinya mampu menmebus 200 kasus, obat-obatan yang dihadirkan tiap tahunnya jauh lebih baik dibandingkan pada zaman dulu.

“Obat yang ada dari tahun 2012 hingga sekarang jauh lebih baik ketimbang pada tahun 1974 silam. Bahkan sekarang segala bnetuk perawatan medis dibantu oleh kemajuan teknologi yang sangat membantu,” ungkap Antono.

Seminar ini sekaligus dilakukan untuk memperingati Hari Jantung Sedunia yang diperingati setiap tanggal 29 September. Melalui seminar ini, masyarakat dapat memulai menjalankan pola hidup sehat dan membatasi konsumsi rokok dan minuman beralkohol yang mampu memicu penyakit jantung. Penyakit jantung tidak hanya menyerang seseorang yang lanjut usia, bahkan remaja sekalipun berpotensi terkena penyakit ini jika pola hidupnya tidak teratur.

Penulis: Christian Manafe

Editor: Kezia Maharani Sutikno

Fotografer: Christian Manafe