Kombinasi Musik dan Seni di FUSE 2016

Teza Sumendra saat tampil di FUSE 2016 yang digelar di Kuningan City Ballroom, Jumat (11/11).
Share:

JAKARTA, ULTIMAGZ.com – Dengan ambisi menginovasi pengalaman festival musik, Binus International Music Society (BIMUS) menghadirkan FUSE, sebuah acara yang memiliki empat fokus yakni musik, seni, fashion, dan food & beverage.

“Tujuan acara ini yang pertama agar Binus University International punya trademark dalam segi event, lalu yang kedua ingin mengubah pola pikir market bahwa acara tuh bukan hanya musik saja, atau art saja, tapi kita bisa menggabungkan itu semua,” jelas Iman Nurachman ketua acara FUSE 2016.

Acara yang digelar di Kuningan City Ballroom pada Jumat (11/11) ini sudah dimulai sejak pukul 15.30 WIB dan menampilkan beberapa musisi lokal indie seperti A. Nayaka, Reaksi, Rhym, dan The Boris Suit.

Tak hanya itu, FUSE juga menyuguhkan performa musik dari musisi papan atas seperti Elephant Kind, Matter Halo, Neonomora, Teza Sumendra, dan Barasuara. Elephant Kind yang dipimpin oleh sang vokalis Bam Mastro memanjakan telinga para penonton dengan lagu-lagu yang sudah dikenal seperti Oh Well dan With Grace. Meski penonton tidak memenuhi Kuningan City Ballroom, band beranggotakan tiga personil ini tetap memberi encore dengan lagu dari album baru mereka, Montage.

Bam Mastro, vokalis grup band Elephant Kind.
Bam Mastro, vokalis grup band Elephant Kind.

Penonton baru terlihat memadati tempat acara ketika sudah giliran Teza Sumendra untuk tampil di panggung. Dengan lagu-lagu dari album barunya seperti Girlfriend dan Satu Rasa yang berhasil membuat para penonton berdendang mengikuti irama musik.

Pukul 23.00, Barasuara yang ditunggu-tunggu pun naik ke panggung dan langsung memulai dengan lagu Hagia diiringi nyanyian para penggemar yang memenuhi ballroom. Lagu-lagu andalan seperti Bahas Bahasa, Api dan Lentera, Menunggang Badai, dan Mengunci Ingatan turut dibawakan dan disambut baik oleh seluruh penonton. Tak berhenti di situ, FUSE mengundang duo musik elektronik, Kimokal sebagai penutup acara tahun ini.

Jika dilihat dari kuatnya euforia dan antusiasme yang diterima dari masyarakat dalam maupun di luar kampus, Iman selaku ketua acara berharap FUSE dapat menjadi acara tahunan. Namun, ia juga mengusulkan adanya perbaikan di bagian pameran seni.

“Kita ingin tahun depan diperbanyak instalasi visual mapping-nya karena itu sangat menarik massa,” ujar mahasiswa jurusan International Bussiness ini.

Sebagai salah satu dari empat fokus yang ada, pameran seni yang digelar di luar ballroom memang terlihat ramai dengan menampilkan karya-karya dari beberapa seniman tersohor Jakarta seperti Abenk Alter dan beberapa karya-karya dari seniman muda lainnya.

Penulis: Valerie Dante

Editor: Kezia Maharani Sutikno

Foto: Angelina Rosalin