Nada-nada Kejujuran Polka Wars

Bassist grup musik asal Jakarta, Polka Wars, Xandega Tahajuansya ketika tampil di acara garapan Binus International, FUSE 2017 yang diadakan di Kuningan City Ballroom, Jakarta, Sabtu (18/11/17).
Share:

JAKARTA, ULTIMAGZ.com – Salah satu penggawa musik alternatif tanah air, Polka Wars menyuarakan kekritisannya melalui karya-karya pilihan yang ditampilkan kala FUSE 2017 Sabtu (18/11/17) di Ballroom Kuningan City, Jakarta. Pentolan Polka Wars Karaeng Adjie menilai sebuah karya seni berfungsi sebagai medium untuk berekspresi.

“Mau bentuknya mahat batu, bikin lagu, gambar kaligrafi kek, seni itu medium penyampaian pesan,” tegasnya usai memainkan tiga lagu pertama tanpa jeda. Vokalis sekaligus gitaris Polka Wars tersebut melanjutkan bahwa dia dan grupnya berusaha menghasilkan karya dengan jujur sesuai dengan apa yang terjadi saat ini.

Wujud ekspresi kejujuran Polka Wars pada FUSE 2017 tampak jelas dalam ketajamannya mengkritik pemerintah tanah air. Pasalnya, beberapa kali Adjie menyinggung persoalan birokrasi dalam penampilannya.

Seraya mengenalkan lagu terbarunya, Rekam Jejak, Polka Wars menyerukan rasa pahit yang dialami rakyat yang tertindas oleh pemerintah. Lirik “lusuh bajuku tak menghentikan ambisi majikanku,” pada lagu tersebut seolah menggambarkan para elit yang mengabaikan kesejahteraan rakyat yang membutuhkan bantuan. Lagu ini sendiri baru ditampilkan sebanyak dua kali di panggung sebuah acara.

Di tengah penampilannya, mereka kembali menyerukan kekecewaannya terhadap pemerintah. Berusaha blak-blakan, sesekali Adjie menyerukan umpatan terhadap praktik kotor pemerintah yang dinilainya merugikan rakyat. Umpatan tersebut disambut meriah penonton dengan seruan dan tepuk tangan.

Tak hanya itu, anggota Polka Wars juga menyampaikan lelucon berbau politik, terutama yang ramai dibicarakan belakangan ini.

“Ya semoga itu yang benjol, yang abis nabrak tiang listrik cepat pulih ya,” tutur gitaris Polka Wars Billy Aulia Saleh yang disusul oleh gelak tawa penonton dan senyum singkat dari para anggota Polka Wars.

Tak berhenti sampai disana, Adjie membocorkan sedikit informasi upaya menyuarakan kejujuran melalui karya-karyanya.

“Gue mungkin enggak boleh kasih bocoran, tapi rencananya album kedua bakal agak politis nih,” tukasnya kala wawancara dengan pihak Ultimagz.

Pun, Adjie hanya membalas dengan tawa ringan saat ditanya mengenai kemiripan gaya bermusik Polka Wars dengan gaya bermusik Iwan Fals yang acap kali menuai nada sindiran terhadap pemerintah melalui lagu-lagunya.

Adjie mengungkapkan bahwa apa yang Polka Wars lakukan  semata-mata untuk menciptakan dampak bagi masyarakat yang menikmati musik tersebut.

“Kalau misalnya bikin karya seni tapi kontennya enggak bikin impact apa gunanya dibikin?” tutupnya lirih.

Penulis: Ivan Jonathan

Editor: Christian Karnanda Yang

Foto: Roberdy Giobriandi