Nostalgia Bersama Ultima Sonora

Pelatih Ultima Sonora mengucapkan terima kasih atas suksesnya konser Symphony of a Decade yang diselenggarakan di Usmar Ismail Hall, jakarta, Sabtu (09/12/17)
Share:

JAKARTA,ULTIMAGZ.com- Dalam rangka ulang tahun Ultima Sonora yang ke-10, paduan suara dari Universitas Multimedia Nusantara (UMN) menggelar konser We(‘) RE : Symphony of a Decade yang dihelat di Usmar Ismail Hall, Jakarta, Sabtu (09/12/17). Dalam konser ini, penonton diajak bernostalgia dengan lagu lawas yang disuguhkan dengan apik. 

Symphony of a Decade diambil sebagai tema dalam rangkaian konser ini. Dekade yang berarti 10 tahun, menjadi dasar Ultima Sonora menampilkan alunan lagu yang diambil per dekade, mulai dari era 70-an, 80-an, 90-an, dan era 2000.

“Lagu pertama dimulai era 70-an. Sudah siap bernostalgia?” kata pembawa acara kepada penonton dalam konser tersebut.

Sejak awal, Ultima Sonora menggebrak penonton dengan lagu “Pure Imagination” yang merupakan soundtrack dari film Willy Wonka & the Chocolate Factory. Tak mau menghilangkan rasa kagum penonton, konser dilanjutkan dengan lagu “Let It Be” karya The Beatles, dan “Love of My Life”, serta “Somebody to Love” yang merupakan karya band Queen. Uniknya, salah satu dosen Film dan Televisi Universitas Multimedia Nusantara dan alumni Ultima Sonora, Yoseph Prabowo, berduet dengan menyanyikan tembang “Somebody To Love”.

“Di sesi lagu 70-an ada lagu Queen di situ, karena pada era 70-an Queen sedang hits. Kita pengin ajak mereka (penonton) nyanyi walaupun pada akhirnya mereka enggak nyanyi, tapi kami mau ajak mereka nostalgia,” jelas Ketua Panita WE(‘)RE : Symphony of a Decade Adhyra Ramadiani.

Di penampilan Ultima Sonora dalam sesi lagu era 80-an, ada beberapa tembang yang jadi andalan, di antaranya “Oh Ya, Man In The Miror”, “Kumpul Bocah”, dan “True Colors”. Adapun kostum yang dikenakan oleh anggota Ultima Sonora juga menggambarkan pakaian di era tersebut.

Masuk ke lagu era 90-an, lagu “Kopi Dangdut” ditampilkan dengan koreografi yang menarik. Dilanjutkan dengan lagu “Astaga”, “My Heart Will Go On”, soundtrack dari film Titanic, dan “Season of  Love”. Sesi era 90-an lantas ditutup hangat dengan penampilan syahdu dari lagu “The Prayer”.

“Penampilan selanjutnya lagu era 2000-an. Mana nih anak-anak jaman now?” seru pembawa acara.

Beberapa penampilan serta gerak gerik Ultima Sonora dalam menyanyikan lagu lagu hasil nostalgia

Dimulai dengan mini drama lagu “Jablay” yang mengundang gelak tawa penonton, era 2000 juga mengingatkan penonton pada film Petualangan Sherina melalui lagu “Lihatlah Lebih Dekat”. Dalam dua lagu terakhir, panggung dipenuhi oleh seluruh anggota Ultima Sonora yang membawakan lagu “A Sky Full of Stars” dan “Rather Be”.

“Melalui lagu-lagu yang diambil per dekade, sebenarnya dalam konser ini  ada alur cerita awal Ultima Sonora dari awal sampai akhir,” kata Adhyra.

Bersama alumni dari Ultima Sonora, konser ini tutup dengan penampilan megah dari lagu Disney “Medley Love Song”.

Penulis : Agatha Lintang

Editor : Christoforus Ristianto

Foto : Felisitasya Manukbua