Operet Aku Anak Rusun: Perbedaan Itu Semanis Gulali

Salah satu adegan dalam Operet Aku Anak Rusun "Ada Gulali di Hatiku" yang menampilkan pertandingan bola oleh anak-anak rusun. Operet ini diselenggarakan di Ciputra Artpreneur Theater, Jakarta pada hari Kamis (21/09/17).
Share:

JAKARTA, ULTIMAGZ.com – Berangkat dari kehidupan anak di sejumlah rumah susun (rusun) di Jakarta, Operet Aku Anak Rusun “Ada Gulali Di Hatiku” digelar di Ciputra Artpreneur Theater, Jakarta Selatan, Kamis (21/09/17). Salah satu pencetus operet ini ialah istri mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Veronica Tan.

“Operet ini diadakan agar anak-anak tidak tergantung dengan status mereka. Yang penting ada semangat dan wadahnya,” ujar Veronica.

Diperankan oleh lebih kurang 150 anak dari lima rusun di Jakarta, Operet Aku Anak Rusun “Ada Gulali Di Hatiku” menceritakan tentang perbedaan yang mewarnai lika-liku kehidupan di rusun. Sebelas anak dari beragam suku membuktikan bahwa adanya perbedaan di antara mereka tak lantas menghentikan mereka untuk bahagia dan kompak.

Terbukti saat Munil, anak terkecil di antara para pemeran lainnya, menginginkan sebuah boneka. Teman-temannya yang suka bermain bola berjanji akan membelikan boneka yang diinginkannya jika memenangkan pertandingan. Namun, awalnya mereka sempat pesimis lantaran selama ini yang menjadi penyemangat mereka adalah gulali dari Pak Gulali. Sedangkan kini Pak Gulali sedang pergi jauh bertemu cucunya.

Melihat teman-temannya yang patah semangat, sontak Munil menyemangati mereka.

“Kakak-kakak harus tetap bertanding. Kan sudah janji mau membelikan Munil boneka,” ujar Munil yang kemudian diikuti tawa teman-temannya.

Akhirnya mereka memutuskan untuk membuat piala gulali sendiri. Kendati demikian, semangat mereka sempat hilang lagi kala piala gulali yang sudah susah payah dibuat kemudian hilang. Beruntung, semangat mereka berhasil muncul kembali hingga akhirnya mereka memenangkan pertandingan.

Kakek Gulali yang tiba-tiba datang turut memuji kekompakan mereka. “Yang membuat kalian hebat itu bukan gulali manis buatan kakek dan nenek. Persahabatan kalian inilah yang disebut gulali. Persahabatan dalam keragaman itulah warna-warni indah yang manis bagaikan gulali,” ujar Kakek Gulali.

Di sisi lain, operet yang dipersiapkan selama lebih kurang enam bulan ini, turut menyuguhkan sejumlah lagu anak dan daerah yang diaransemen ulang dengan nuansa baru yang unik nan ciamik. Antara lain “Lihat Kebunku”, “Pelangi”, “Rasa Sayange”, dan “Ampar – Ampar Pisang”.

Operet Aku Anak Rusun “Ada Gulali Di Hatiku” juga turut dihadiri oleh beberapa tokoh penting, seperti Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat dan istrinya Happy Farida Djarot, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise, Addie MS, Naura Idola Cilik, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, dan Titiek Puspa.

Ditemui usai pementasan, Happy Farida Djarot selaku Ibu Ketua Penggerak PKK DKI Jakarta mengungkapkan harapannya agar efek acara ini tidak berhenti begitu saja.

“Walaupun ini sudah selesai dan Bapak (Djarot) sebentar lagi selesai jabatannya, kami tetap berkomitmen untuk melanjutkan program ini,” ujarnya.

Penulis: Geofanni Nerissa Arviana

Editor: Christoforus Ristianto

Foto: Elvira Lisa