Ragam Genre Musik Siap Warnai Java Jazz Festival 2018

Ecoutez tampil di No Boundary Cafe, Kemang Selatan, Jakarta sebagai pembukaan konferensi pers pertama Java Jazz Festival 2018 pada Kamis lalu (18/01/18).
Share:

JAKARTA, ULTIMAGZ.com – Jakarta International BNI Java Jazz Festival (BNIJJF) 2018 akan kembali digelar pada 2, 3, dan 4 Maret mendatang di Jakarta International Expo, Kemayoran. Tak hanya menyuguhkan penampilan dari penyanyi jazz Indonesia dan mancanegara, sederet musisi bergenre musik lain juga akan ikut memeriahkan acara tahunan yang sudah diselenggarakan sejak 2005 ini.

Mengusung tagline ‘Celebrate Jazz in Diversity’, BNIJJF 2018 akan mengangkat musik jazz yang merupakan akar dari berbagai genre musik untuk menghibur para penikmat musik dalam festival jazz terbesar di Asia ini.

Direktur Utama PT. Java Festival Production, Dewi Gontha menuturkan jika Java Jazz selalu dibuat secara variatif dan tak melulu menghadirkan penyanyi jazz saja. Selalu ada kombinasi musik dengan genre berbeda di dalamnya, yang bertujuan untuk mengedukasi penonton agar dapat lebih mengenal musik jazz.

“Mereka harus mau, datang untuk ‘Saya mau nonton Maliq dulu, deh’ gitu. Abis lihat Maliq (Maliq & D’ Essentials), dia keliling ke panggung-panggung yang lain di mana penampilan itu ada yang musiknya jazz, ada yang R&B, ada yang swing. Itu cara kita mengedukasi lewat festivalnya,” jelas Dewi dalam konferensi pers di No Boundary Café, Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (18/01/17).

Ia menambahkan jika Electronic Dance Music (EDM) yang sedang tumbuh dan diminati kalangan anak muda bukanlah pesaing dari musik jazz. Menurutnya hal itu terkait selera masing-masing.

“Pengenalan jenis musik yang menjadi turunan daripada musik jazz itu cara kami mempertahankan pasarnya,” imbuh Dewi.

Akan disediakan 10 panggung yang terletak outdoor dan indoor untuk memuaskan pengunjung di gelaran BNIJJF tahun ini. Jumlah tersebut lebih sedikit jika dibandingkan pada tahun sebelumnya, yakni 14 panggung. Lewat jumlah panggung yang lebih sedikit ini, pihak BNIJJF 2018 berharap dapat lebih memfokuskan penampilan dari para artis, sehingga mudah menarik pengunjung untuk datang.

“Tidak ada pengurangan unsur jazz pada BNIJJF 2018, yang terjadi adalah kami memperkayanya mulai dari nama Lee Ritenour pemain gitar jazz asal Amerika hingga Daniel Caesar, yang mendapatkan nominasi Best R&B Performance untuk Grammy Awards 2018. Dari Indonesia kami memiliki legenda jazz Margie Segers hingga penyanyi yang selalu digandrungi, Glenn Fredly. Ini adalah festival untuk semua pecinta musik,” ujar Dewi.

Beberapa musisi mancanegara yang akan turut menyemarakkan acara ini meliputi nama-nama seperti Stevie Wonder, Matthew Whitaker Trio, JP Cooper, Avery*Sunshine, Jhene Aiko, Vanessa Williams, Michael Manson, Gorden Campbell, dan Dionne Warwick. Sementara itu, musisi-musisi Indonesia seperti Kunto Aji, Teddy Adhitya, Aditya Sofyan, Nonaria, Dira Sugandhi, Saxx In The City, Andien, Java Live x Fariz RM, Mondo Gascaro, Maliq & D’Essentials, dan Yura Yunita juga siap memberikan penampilan terbaiknya.

Penampilan spesial akan dipersembahkan oleh band rock, Goo Goo Dolls serta penyanyi muda yang sedang naik daun, Lauv. Kedua bintang utama asal Amerika Serikat itu dipastikan siap menggebrak panggung Special Show pada hari puncak BNIJJF 2018.

Untuk dapat menikmati festival ini, penonton harus siap merogoh kocek mulai dari Rp149.000,00. untuk tiket Special Show, Rp630.000,00. untuk tiket Daily Pass, dan yang paling mahal Rp1.465.000,00. untuk tiket 3 Day Pass. Tiket bisa diperoleh secara online di javajazzfestival.com maupun secara langsung di kantor Java Festival Production (JFP), Simprug.

Penulis: Nabila Ulfa Jayanti

Editor: Gilang Fajar Septian

Foto: Roberdy Giobriandi