Synchronize Fest 2017 Kedepankan Konsep Lintas Genre dan Generasi

Program Director Kiki Ucup (kiri), Technical Festival Director Muhammad Riza (tengah), dan Festival Director David Karto (kanan) membahas tentang pengalaman mereka di Synchronize Festival tahun lalu dalam konferensi pers Synchronize Festival 2017 yang berlangsung di Beer Garden SCBD, Jakarta pada Rabu (20/09/17).
Share:

JAKARTA, ULTIMAGZ.com –  Mengusung konsep lintas genre dan generasi, festival musik Synchronize Fest 2017 akan kembali menghibur pecinta musik lokal pada 6-8 Oktober 2017 di Gambir Expo Kemayoran. 101 musisi tanah air dihadirkan dan siap mengguncang panggung Synchronize Fest 2017.

Sebagai realisasi dari konsep yang diusung, ratusan musisi yang bergabung akan mencakup berbagai jenis musik dan era. Legenda musik seperti Soneta, Bob Tutupoli, dan Benny Mustafa akan tampil di festival ini.

Begitu juga dengan musisi kekinian seperti Danilla Riyadi, Endah N Rhesa, Elephant Kind, HIVI!, dan Kelompok Penerbang Roket.

Berdasarkan keterangan Festival Director Synchronize Fest 2017 David Karto dalam konferensi pers Synchronize Fest 2017 di Beer Garden, SCBD, Rabu (20/09/17), Synchronize Fest tahun ini akan diwarnai satu segmen baru bertajuk Hello Dangdut yang menggandeng Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).

Meski dirasa sudah memenuhi standar festival musik yang pantas, pihak Synchronize Fest tetap menerima masukan dari para musisi dan pengunjung. Salah satunya dengan meningkatkan kualitas acara secara teknis.

“Kita akan improve,” janji Technical Festival Director Synchronize Fest 2017 Muhammad Riza. “Misalnya di Dynamic Stage, lebar panggung yang sangat besar mungkin kita kecilin sedikit supaya jauh lebih intimate bagi para audience maupun para band untuk manggung di satu panggung,” jelas Riza.

Dengan harapan dapat mengakomodasi semua penonton, pihak Synchronize Fest akan menyediakan area khusus bagi para penonton difabel pada tahun ini.

Sementara itu, Program Director Synchronize Fest 2017 Kiki Ucup juga berharap penyelenggaraan Synchronize Fest tahun ini bisa menjadi wadah untuk meningkatkan regenerasi musisi Indonesia. Harapan ini didasari oleh rendahnya tingkat pertumbuhan band baru di Indonesia.

Penambahan jumlah musisi dan kebebasan dalam merancang konsep penampilan menjadi dua langkah yang ditempuh untuk menghidupkan harapan tersebut.

“Kurang lebih 60 persen band yang belum tampil pada tahun lalu, kita hadirkan pada tahun ini,” tutur Kiki. “Kita lebih banyak main di konsep ya pada tahun ini, kita membuat band itu membuat programnya sendiri.”

Tahun ini, grup band Slank akan membawakan lagu-lagu dari album pertama hingga album ketujuhnya pada hari ketiga, Minggu, 8 Oktober 2017. Grup reggae tanah air, Steven & Coconut Treez juga akan menggelar konser reuni perdananya pada Sabtu, 7 Oktober 2017.

Di hari yang sama, band alternative rock asal Yogyakarta, Melancholic Bitch akan menyapa penonton, serta segmen Pesta Rap Reunion yang menampilkan empat grup rapper kawakan Indonesia, Sweet Martabak, Boyz Got No Brain, Sindikat 31, dan Papperclip.

Lima panggung akan didirkan untuk mengakomodasi para musisi. Musisi-musisi pendatang baru akan tampil di Gigs Stage. Kemudian, penampil lainnya akan tersebar di empat panggung lain yaitu Dynamic Stage, Forest Stage, Lake Stage, dan District Stage.

Tidak hanya berfokus pada musik semata, Synchronize Fest 2017 juga akan menghadirkan area-area lain seperti Record Market, Movie Area, Food Bazaar, Creative Bazaar, Creative Activity, dan juga Octobeer Fest Area yang mengadopsi tema festival bir Jerman di bulan Oktober.

Penulis: Gabrielle Alicia Wynne Pribadi

Editor: Christian Karnanda Yang

Foto: Roberdy Giobriandi