Tim Phoenix Lanjutkan Estafet Kemenangan Prasetya Mulya di IIBC 2018

Tim Phoenix pemenang Indonesia Investment Banking Competition (IIBC) 2018 yang berlangsung di The Springs, Gading Serpong, Tangerang pada Kamis, (17/5/2018) . Dari kiri ke kanan, Ananda Thesvara, Gabriella Christy, dan Michael Minarto. Tim asal Prasetya Mulya ini sukses menjadi yang pertama dari 70 tim yang berlaga. (ULTIMAGZ/Ergian Pinandita)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com– Kemenangan kembali diraih tim asal Universitas Prasetya Mulya pada Indonesia Investment Banking Competition (IIBC) 2018 yang diumumkan di The Springs, Gading Serpong, Tangerang pada Kamis, (17/5/2018). Prestasi yang diwakilkan oleh tim Phoenix ini sekaligus mengukuhkan Prasmulyan sebagai juara bertahan IIBC sejak tahun 2016.

Phoenix mempertahankan gelar juara Prasmulyan di IIBC yang pada 2017 disabet oleh Tim Terra Firma dan tim Belvedere Capital pada dua tahun sebelumnya. Walau sudah memiliki senior yang sudah berpengalaman, Phoenix tetap tak ingin mengendurkan persiapan dan semangat dalam mengikuti perlombaan yang digelar sejak 2013 silam.

Tim yang terdiri dari Michael Minarto (Finance’2015), Gabriella Christy (Finance’2015), dan Ananda Thesvara (Finance’2015). Ketiganya mengaku cukup terkejut dapat memenangkan kompetisi yang diikuti kurang lebih 70 tim dari berbagai universitas di Indonesia tersebut. Sebagai mahasiswa jurusan Finance di Universitas Prasetya Mulya, IIBC menjadi salah satu kompetisi bergengsi yang menjadi ajang pembuktian kemampuan atau skill di bidang investasi dan perbankan.

“Jujur, ini masih kaget, sih, bisa menang di tahun ini. Soalnya kelompok yang lain, terutama di pool kita itu berat banget. Semuanya berkualitas dan punya kemampuan ngeliat kasus dari sudut pandang yang unik dan beda. Terlebih lagi tim yang (meraih) juara kedua, kalau enggak salah mereka masih semester awal gitu,” ujar Gabriella Christy kala ditemui seusai acara penutupan.

Persiapan memang diakui ketiga mahasiswa semester enam Universitas Prasetya Mulya ini telah dilakukan sejak sebulan sebelum kompetisi ini berlangsung. Dengan adanya pembagian tugas yang jelas, Phoenix mencoba tumbuh menjadi sebuah tim yang bekerja efektif dan efisien.

“Karena deadline pengumpulan tugas dan power point-nya mepet banget, jadi harus dibagi tugasnya supaya bisa tepat waktu. Kayak misalnya Michael itu paling jago ngitung jadi dia bagian analisisnya. Kemudian, aku itu bagian nulis-nulis dan power point. Sedangkan, Ananda itu, seperti gelar yang ia dapat yakni bagian juru bicaranya. Kalau tidak dibagi tugasnya, kita bisa berantakan,” ujar Michael.

Sementara itu, tempat kedua dan ketiga didominasi universitas berjaket kuning yakni Universitas Indonesia. Tempat kedua dimiliki oleh tim Winevafriz dan tempat ketiga diduduki tim Goldlink Sachs.

Tak hanya gelar ultimate winner, 1st runner up, hingga 2nd runner up, IIBC juga menghadirkan gelar tambahan seperti best visualization team, best speaker, dan Most Valuable Person (MVP). Kategori best visualization team dimenangkan oleh Halcyon, sedangkan Ananda Thesvara (tim Phoenix) meraih gelar best speaker, dan terakhir gelar MVP IIBC 2018 diberikan kepada Danzel Aryo Soerjohadi (tim Winevafriz).

 

Penulis: Diana Valencia

Editor: Hilel Hodawya

Fotografer: Ergian Pinandita