665 Hari di Luar Angkasa, Astronot Peggy Whitson Pecahkan Rekor

Astronot wanita Amerika Serikat, Peggy Whitson berhasil memecahkan rekor sebagai astronot Amerika Serikat yang tinggal paling lama di luar angkasa. Terlihat ia dibantu keluar dari kapsul Soyuz MS-04 yang mendarat di Dhzeskazgan, Kazakhstan, Minggu (03/09/17).
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Astronot wanita asal Amerika Serikat, Peggy Whitson baru saja mendarat di bumi Minggu(03/09/2017) lalu. Perempuan berusia 57 tahun berhasil memecahkan rekor dengan tinggal di International Space Station (ISS) selama 665 hari dan menjadi astronot asal Amerika Serikat yang hidup paling lama di luar angkasa.

Peggy berhasil mengalahkan rekor sebelumnya yang dibukukan oleh astronot Jeff Williams yang tinggal 534 hari di ISS. Menggunakan pesawat luar angkasa Soyuz MS-04, ia mendarat di bumi di sebuah daerah terpencil di Dzhezkazgan, Kazakhstan.

“Saya merasa baik,” ungkap Peggy dalam sebuah wawancara Senin (04/09/2017), dilansir dari republika.co.id. Peggy juga mengungkapkan kegiatannya selama melakukan pekerjaannya sebagai seorang astronot.

Dalam misi ketiganya ini, Peggy menghabiskan waktunya dengan bereksperimen dan meneliti jaringan paru-paru yang terinfeksi kanker dan macam-macam sel tulang. Dirinya juga menyelesaikan empat kali jalan di luar angkasa setelah sebelumnya menyelesaikan enam kali perjalanan.

Total, ia telah melakukan sepuluh kali spacewalk dan memecahkan rekor sebagai perempuan pertama yang paling banyak meluangkan waktu di luar angkasa.

Peggy bersama dua awak lainnya berangkat pada November 2016 yang lalu. Namun saat ia masih bertahan, dua awak yang menemaninya sudah lebih dahulu kembali ke Bumi tiga bulan lalu.

Peggy ditugaskan kembali ke ISS untuk mengisi kekosongan setelah Rusia menurunkan jumlah kosmonotnya dari tiga menjadi dua staf. Wanita asal Iowa, Amerika Serikat ini kembali ke Bumi bersama dengan satu kru National Aeronautics and Space Administration (NASA), Jack Fischer dan kosmonot Rusia, Fyodor Yurchikhin yang sudah berada di ISS sejak Juni lalu.

Peggy yang pada 2007 menjadi astronot wanita pertama yang memimpin stasiun luar angkasa mengungkapkan kerinduannya dengan bumi.

“Saya ingin bertemu dengan teman dan keluarga. Namun yang paling saya pikirkan, sedikit mengkhayal, adalah makanan yang saya buat, sayuran yang saya tumis, hal-hal itu yang saya sangat rindukan di sini,” ujarnya dalam wawancara lain.

 

Penulis: Monique Oktaviannie

Editor: Christian Karnanda Yang

Foto: liputan6.com

Sumber: republika.co.id, tribunnews.com, cnnindonesia.com, bisnis.com