Badai dan Topan, Serupa dan Destruktif

Keadaan Pasca Badai Irma di Miami, Florida, Amerika Serikat, Senin (11/09/17) waktu setempat.
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Badai Irma telah sampai di Florida, Amerika Serikat pada Minggu (10/09/17) waktu setempat. Badai berkekuatan skala lima ini telah menyapu Kepulauan Karibia dan sekitarnya sejak Rabu (06/09/17).

Akibat badai ini, hampir 6,5 juta penduduk Florida terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Warga yang masih bertahan di tempat tinggalnya terancam tidak mendapat pasokan listrik akibat kencangnya hembusan angin dan banjir dari Badai Irma.

Seorang pria berdiri didepan rumahnya yang tergenang air akibat Badai Irma di Florida, Amerika Serikat.

Pada November 2013 lalu, Filipina juga pernah terserang Topan Haiyan yang masuk dalam kategori lima dengan kecepatan angin sekitar 230 km/jam. Wilayah yang terkena topan cukup luas, meliputi Kepulauan Caroline, Cina Selatan, dan Vietnam. Sekitar 6.300 warga Filipina meninggal dan 1.061 warga hilang di wilayah yang paling terkena dampak besar dari Topan Haiyan. Kerugian material diperkirakan mencapai 2,86 miliar USD atau setara dengan 37,6 triliun rupiah.

Lantas, apa yang membedakan topan dan badai? Mengapa dampak yang dihasilkan oleh bencana alam tersebut sangat besar?

Menurut situs Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG), topan dan badai merupakan bencana alam yang sama, begitu pula dengan siklon. Perbedaannya hanya dimana tempat fenomena alam itu terjadi. Topan dikenal di wilayah Samudera Pasifik bagian barat, siklon atau cyclone jika terbentuk di wilayah India atau Australia dan nama badai atau hurikan diberikan jika fenomena alam ini terjadi di Samudera Atlantik. Sebuah fenomena alam baru bisa dikatakan sebagai badai, siklon atau topan jika kecepatan angin telah melebihi dari 119 km/jam dan akan menjadi badai super atau topan super seperti Irma jika kecepatan angin mencapai 241 km/jam.

Badai Irma dilihat dari luar angkasa.

Badai lebih mudah terjadi di daerah dengan derajat lintang tinggi, sedangkan lintang rendah (00 – 100) badai atau siklon akan jarang terjadi. Masa hidupnya badai ini berkisar mulai dari 3 sampai 18 hari. Puncak kekuatan dari sebuah badai atau siklon biasanya bertahan selama 24 jam. Kemunculan badai, topan dan siklon pun berbeda. Mulai 1 Juni sampai 30 November, ini merupakan musim yang sempurna untuk terbentuknya badai di Samudera Atlantik, sedangkan 15 Mei sampai 30 November menjadi waktu yang tepat untuk terbentuknya siklon dan topan di Samudera Pasifik bagian timur. Di bagian barat laut Pasifik, topan dan siklon umumnya terjadi pada akhir Juni sampai Desember dan kawasan utara Samudera Hindia, siklon akan terjadi antara April hingga Desember.

Perputaran angin badai sendiri juga berbeda di bagian utara dan selatan bumi. Jika badai terjadi di wilayah utara khatulistiwa, maka angin akan berputar berlawanan arah jarum jam. Di selatan khatulistiwa, badai akan berputar searah dengan perputaran arah jarum jam. Hal ini disebabkan oleh efek Coriolis karena bumi itu bulat. Saat sebuah wilayah dilewati oleh pusat badai atau mata badai, selain seketika angin dan hujan yang dibawa badai mereda, perputaran arah angin akan menjadi kebalikan dari perputaran arah angin yang sebelumnya saat mata badai atau pusat badai berpindah tempat.

Kemunculan badai, siklon atau topan sendiri kini telah dapat diprediksi jauh hari sebelum sampai ke daratan dan menyebabkan masalah serius. Bantuan satelit dan pemodelan lewat komputer, badai akan mudah dilacak dimana terbentuknya dan area mana saja yang akan dilewatinya jika sudah terbentuk.

Penulis: Stefanny

Editor: Hilel Hodawya

Foto: nytimes.com, nbcnews.com, jawapos.com

Sumber: nytimes.com, cnn.com, nationalgeographic.co.id, bmkg.go.id