Skandal Meradang, CEO Uber Travis Kalanick Angkat Kaki dari Jabatan

Share:

SAN FRANCISCO, ULTIMAGZ.com – Setelah melewati beragam skandal pelecehan seksual dan diskriminasi gender, satu hal lagi menimbulkan polemik di antara para pemegang saham. CEO Uber Travis Kalanick resmi mengundurkan diri Rabu (21/06/17) setelah didesak para investor diikuti dengan surat yang berjudul “Uber Bergerak Maju”.

Dilaporkan oleh TechCrunch, Travis menyepakati rekomendasi untuk meninggalkan jabatannya setelah berdiskusi dan dengan lima investor utamanya selama beberapa jam.

Beberapa waktu belakangan Uber memang diradang permasalahan, salah satunya melibatkan mantan karyawan Uber, Susan Fowler, yang membocorkan perilaku manajemen Uber yang mendiskriminasi gender bahkan melakukan pelecehan seksual terhadap dirinya ketika bekerja di perusahaan transportasi online tersebut melalui blog pribadinya.

Dirinya bahkan terancam dipecat dan dipaksa bungkam jika kerap melakukan protes. Tak hanya itu, salah seorang dewan direksi Uber, David Bonderman membuat pernyataan seksis, setelah dirinya dipertemukan dengan Wan Ling Martello, anggota direksi terbaru.

“Apa yang ditunjukkan kemungkinan besar akan lebih mengungkapkan yang sebenarnya,” ujar David. Kalimat ini mengesankan bahwa wanita lebih banyak bergosip ketimbang bekerja.

Alhasil sekitar 200.000 pengguna Uber di AS mengapus akun miliknya. Dampak ini nyatanya menjadi tren yang menjatuhkan nama Uber sendiri. Diawali dengan ketetapan harga yang tinggi di sekitar bandara John F. Kennedy, hingga AS yang dianggap sebagai dukungan kebijakan Trump yang menolak umat muslim dari tujuh negara.

Berbagai masalah yang terjadi cukup mengganggu stabilitas perusahaan ditambah dengan video Travis yang berkonfrontasi secara verbal dengan salah seorang sopir Uber mengenai tarif yang terus menurun dan merugikan para sopir. Viral, setelah menerima banyak kecaman, CEO Uber ini pun meminta maaf.

Kemunduran dirinya menjadi pukulan berat baginya karena Travis selalu mengutamakan Uber. Oleh sebab itu, keputusannya dianggap berani dan menjadi tanda pengabdian dan cintanya terhadap Uber.

Meskipun begitu, Travis tetap memegang posisi di dewan direksi Uber, menurut pernyataan dari dewan kepada TechCrunch.

Dengan melangkah pergi, Travis meluangkan waktu untuk sembuh dari tragedi pribadinya sambil memberikan ruang bagi perusahaan untuk sepenuhnya merangkul bab baru dalam sejarah Uber ini.

Penulis: Gabrielle Alicia Wynne Pribadi

Editor: Kezia Maharani Sutikno

Sumber: techcrunch.com, theverge.com, tech.idntimes.com, tekno.tempo.co

Foto: reuters.com, bussinessinsider.co.id