Luncurkan Satelit, NASA Monitor Perubahan Ketinggian Laut

Pesawat ruang angkasa, SpaceX Falcon 9 yang membawa Jason-3 sebelum lepas landas dari Vandenberg, California. (17/1)
Share:

CALIFORNIA, ULTIMAGZ.com — National Aeronautics and Space Administration (NASA) baru saja meluncurkan satelit yang dapat melacak arus peningkatan level laut.

Satelit yang bernama Jason-3 merupakan misi kerjasama antara NASA & National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) dengan badan antariksa Perancis CNES, dan Organisasi Eropa untuk Eksploitasi Meteorologi Satelit (EUMETSAT).

Seperti yang dilansir pada cbsnews.com, menurut ilmuwan program Jason-3 dari NOAA, Laury Miller, satelit ini dirancang secara jelas untuk memantau kenaikan permukaan laut, salah satu gejala yang paling jelas dari pemanasan global.

Para ilmuwan asal Amerika Serikat dan Perancis meluncurkan Jason-3 dengan harapan dapat memberikan data penting untuk melacak perubahan jangka panjang iklim dan peran laut dalam pemanasan global.

‚ÄúLebih dari 90 persen dari panas yang terperangkap oleh gas rumah kaca merupakan hasil pemanasan laut,” kata bidang kelautan dan ilmuwan misi di Laboraturium Jet Propulsion NASA Josh Willis di Pasadena, seperti yang dilansir pada situs aljazeera.com.

Willis menambahkan bahwa misi ini membantu dalam menunjukan seberapa banyak dan seberapa cepatnya pemanasan global yang diakibatkan oleh meningkatnya ketinggian laut telah mengubah permukaan bumi.

Misi senilai 180 juta dolar itu memiliki salah satu tujuan untuk meningkatkan prakiraan cuaca, iklim, dan laut. Jason-3 juga dinilai akan membantu NOAA dalam mendapatkan prakiraan lingkungan yang lebih akurat serta dapat melihat perkembangan pola cuaca El Nino dan La Nina. Selain itu, instrumen yang melengkapi Jason-3 akan membantu peneliti dan peramal cuaca dalam mengumpulkan data guna memperbaiki pembuatan model dari cuaca ekstrim, angin topan, hingga badai tropis.

Jason-3 sukses lepas landas dari Markas Angakatan Udara Vandenberg, California, pukul 10:42 pagi pada hari Minggu (17/1) waktu setempat.

 

 

Penulis: Valerie Dante

Editor: Annisa Meidiana

Sumber: aljazeera.com, internasional.republika.co.id, nasa.gov, cbsnews.com

Foto: nasa.gov