Virus Ransomware Merajalela, Pengguna Komputer Diharap Bijak dalam Menggunakan Internet

Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com — Sebuah virus komputer ransomware bernama WannaCry, diketahui telah menyerang setidaknya 16 rumah sakit di Inggris dan dua rumah sakit di Indonesia sejak penyebarannya pada Jumat (12/05/17), dua hari yang lalu. Belum diketahui siapa yang bertanggungjawab atas penyebaran virus tersebut, yang pasti penyebarannya hingga saat ini masih berpotensi tinggi.

Melalui siaran pers yang disampaikan oleh Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel A. Pangerapan menyampaikan serangan siber ini bersifat tersebar dan masif serta menyerang critical resource (sumber daya sangat penting).

“Serangan ini bisa dikategorikan sebagai teroris siber,” ujar Semuel melalui siaran pers yang disampaikan melalui website resmi Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Sabtu (13/05/17).

Mengutip dari kompas.com, meskipun di Indonesia hanya terdapat dua perusahaan yang diketahui terkena dampak terkait malware ini, namun Semuel menyatakan kekhawatirannya bahwa sistem komputer di institusi-institusi lain di Indonesia bisa terjangkit ransomware WannaCry tanpa disadari.

“Ini kan libur panjang (akhir pekan), beberapa kantor ada yang tutup hingga Senin depan. Takutnya begitu menyalakan PC mereka terinfeksi sehingga (ransomware WannaCry) masuk ke jaringan,” ujar Semuel seperti dikutip dari kompas.com.

Karena peristiwa ini, Ketua Id-SIRTII M, Salahuddin, seperti yang dikutip pada laman kompas.com, mengimbau para pengguna komputer untuk tidak langsung menyalakan komputer atau laptop, dan langsung menyambungkannya ke internet.

“Hari Senin, kantor buka, mohon diwaspadai agar jangan terhubung ke LAN (local area network, jaringan kantor) dulu,” ujarnya

“Backup dulu data penting (sebelum terhubung ke jaringan), pastikan antivirus sudah update serta security patch yang disarankan oleh Microsoft sudah dilakukan,” tambahnya.

Bersumber dari kominfo.go.id, ransomware adalah suatu jenis malicious software atau malware yang menyerang komputer korban dengan cara mengunci komputer korban atau meng-encrypt semua file yang ada sehingga tidak bisa diakses kembali. Ini merupakan jenis ransomware baru dan diperkirakan akan memakan banyak korban pada tahun ini.

Penulis: Rafael Ryandika

Editor: Kezia Maharani Sutikno

Foto: kominfo.go.id

Sumber: kompas.com, kominfo.go.id