Jelajahi Zaman Purba di Restoran Karnivor

Pintu masuk Karnivora yang berlokasi di Jl. R. E. Martadinata, Bandung. (tripadvisor.co.uk)
Share:

BANDUNG, ULTIMAGZ.com— Kafe atau restoran dengan desain tempat yang unik memang telah menjadi konsep yang populer sejak dulu. Selain untuk menyamakan tema dengan nama tempat maupun hidangan yang disajikan, konsep ini juga dipakai guna menarik minat para pengunjung. Salah satu dari tempat makan dengan desain yang terkesan dinamis tersebut adalah Karnivor.

Berlokasi di Bandung, Karnivor—atau dikenal dengan gaya tulisan “KARNIV.012” yang terpampang di atas pintu masuknya—merupakan sebuah restoran yang menghidangkan santapan khas barat, khususnya steak atau daging panggang. Dengan kisaran harga sekitar Rp50.000 hingga Rp180.000, Ultimates dapat menikmati berbagai macam daging seperti sirloin, tenderloin, porterhouse, T-bone, rib eye, hamburg, hingga daging ayam. Selain itu, kematangan serta jenis saus dan kentang juga dapat dipilih sesuai dengan selera kalian masing-masing. Tak hanya steak, restoran yang terletak di Jalan R. E. Martadinata, Riau ini juga menyajikan hidangan seperti nasi, iga bakar, sup, pizza, serta hidangan pencuci mulut.

Di sisi lain, desain eksterior maupun interior yang dimiliki oleh restoran ini dinilai khas. Ketika hendak masuk, para pengunjung akan disambut oleh bangunan bernuansa kumuh layaknya zaman purba, lengkap dengan dinding berwarna abu-abu dan struktur kayu berbentuk kotak yang terjajar di depannya. Memasuki bagian dalam restoran, tempat makan Karnivor dibagi menjadi dua tempat, yaitu ruangan terbuka yang dikhususkan bagi perokok dan ruangan tertutup untuk pengunjung yang tidak merokok.

Ruangan untuk merokok ditampilkan secara terbuka, dimana tempat duduk bagi para pengunjung terpapar secara memanjang, ditemani oleh berbagai macam artefak kuno di bagian tengah ruangan. Sementara itu, ruangan bagi non-smoker bersifat tertutup dan dikelilingi oleh dinding berwarna gelap dengan hiasan bernuansa zaman dinosaurus.

Dengan tagline bertajuk “Let’s Meet Our Meat,” Eric Lowell selaku General Manager Karnivor mengusung konsep ini guna memvisualisasikan zaman purba tersebut.

“Kami ingin menumbuhkan kesan brutal, buas, dan besar, seperti era para pemakan daging dulu,” ujarnya dilansir Tempo.co.

Jadi, Ultimates, apakah kalian tertarik untuk datang ke restoran ini?

 

Penulis: Audrie Safira Maulana

Editor: Gilang Fajar Septian

Foto: Tripadvisor.co.uk

Sumber: Tempo.co, Zomato.com