4 Bagian dari Hidup yang Harus Siap Kamu Terima

Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com — Tak ada hidup manusia yang sempurna. Seringkali manusia mengubur hal buruk dalam hidup ketimbang belajar darinya. Hal tersebut berbahaya dan akan mengganggu masa depan kita.

Berikut hal-hal yang harus kita terima dalam hidup:

1. Kegagalan
Setiap manusia pasti pernah mengalami kegagalan. Sayangnya, tak semua mau menerimanya. Orang yang tidak menerima kegagalannya cenderung memiliki ketakutan untuk mencoba lagi. Mulailah mencoba untuk mengakui kegagalanmu dan berani mencoba lagi. Belajarlah dari kegagalan dan jangan mengulanginya. A wise man won’t fall in the same hole again!

2. Sikap Buruk Orang Lain
Kecenderungan manusia sebagai mahluk sosial tak melepasnya untuk hidup dengan orang lain. Kenyatannya, tak semua orang bersikap baik kepada kita. Kabar baiknya, semua orang pernah mengalami hal ini. Artis sebesar apapun pasti memiliki haters. Kita tidak bisa menyenangi semua orang, dan kita tidak perlu untuk melakukannya. Pilihlah untuk memaafkan orang yang bersikap buruk padamu dan lupakan kesalahannya. Bukankah hidupmu terlalu berharga untuk itu?

3. Keterbatasan Diri
Banyak hal yang dapat membatasi hidup manusia. Mulai dari segi ekonomi, pendidikan, fisik maupun psikis. Tak ada yang suka menjadi berbeda, namun hal ini pun harus diterima. Mulailah dengan tidak membandingkan kondisi diri dengan orang lain. Katakan pada diri sendiri bahwa dirimu berharga. Everyone’s special, and so are you!

4. Rasa Kehilangan
Setiap orang pasti pernah kehilangan sesuatu di hidupnya. Terkadang, rasa kehilangan itu berlarut begitu lama hingga menghalangi manusia untuk maju. Jangan biarkan satu hal yang hilang dari hidupmu menghalangi hal-hal baru yang akan datang. Buatlah kenangan indah dari setiap hari di hidupmu. Kenangan indah lebih menyenangkan untuk dikenang, bukan?

Waktu terus berjalan dan tak ada yang tahu kapan akan berhenti. Hal buruk maupun indah merupakan bagian dari hidup kita yang harus dijalani. Kalau bukan kamu yang nikmati, siapa lagi?

Penulis: Agustina Selviana
Editor: Ghina Ghaliya
Foto: whicdn.com