Kenali Soohorang, “Medali” Pyeongchang Winter Olympics 2018 dalam Bentuk Boneka Imut

Boneka Soohorang, maskot resmi dari Pyeongchang Winter Olympics 2018, yang dijadikan sebagai "medali" sementara untuk para atlit yang telah memenangkan pertandingan.
Share:

PYEONGCHANG, ULTIMAGZ.com – Pada umumnya, para atlit yang ikut serta dalam sebuah olimpiade akan mendapatkan medali jika mereka berhasil meraih kemenangan dalam suatu pertandingan. Namun, tradisi ini tidak terlihat dalam Winter Olympics 2018 yang digelar di Pyeongchang, Korea Selatan. Sebagai gantinya, mereka mendapatkan sebuah boneka harimau putih berukuran kecil yang lengkap dengan aksesoris berupa topi hitam dan bunga kertas. Mengapa demikian?

Meskipun tidak menerima medali secara langsung ketika pertandingan telah usai, para atlit akan tetap mendapatkannya di saat upacara penghargaan pada malam harinya. Berbeda dengan olimpiade musim panas yang mencakup lebih banyak kategori olahraga, olimpiade musim dingin memiliki kategori olahraga yang tergolong sedikit, sehingga International Olympic Committee (IOC) selaku pihak penyelenggara olimpiade mampu menggelar upacara penghargaan setiap malam untuk memberikan medali yang sesungguhnya kepada seluruh atlit yang memenangkan kejuaraan pada hari itu juga. Oleh karena itu, boneka harimau putih tersebut juga berfungsi sebagai pengganti medali untuk sementara waktu.

Boneka itu adalah Soohorang, seekor harimau putih yang dijadikan sebagai maskot resmi untuk olimpiade musim dingin kali ini. Nama Soohorang sendiri diambil dari kata “sooho” yang berarti pelindung dan “horangi” yang berarti harimau dalam Bahasa Korea. Nama Soohorang juga menyinggung sebuah lagu rakyat bertajuk Jeongseon Arirang, yang berasal dari tempat dimana olimpiade tersebut berlangsung, yaitu Provinsi Gangwon.

Selain itu, harimau putih sendiri terpilih untuk dijadikan maskot karena hewan tersebut disimbolkan sebagai pelindung dalam kebudayaan Korea.

Di sisi lain, bunga kertas pada topi Soohorang, yang dikenal sebagai Uhsahwa, juga digunakan sebagai pengganti buket bunga, dimana buket tersebut telah menjadi bagian dari tradisi pada setiap olimpiade untuk diberikan kepada para atlit yang memenangkan kejuaraan. Namun, tradisi tersebut sudah dihentikan sejak Summer Olympics 2016 lalu di Rio de Janeiro, Brasil, karena dianggap kurang efektif.

Sementara itu, Pyeongchang Winter Olympics 2018 yang telah digelar sejak 9 Februari lalu telah memasuki hari ke-10, dan akan terus berlanjut hingga 25 Februari mendatang.

Penulis: Audrie Safira Maulana

Editor: Gilang Fajar Septian

Foto: Time.com

Sumber: Independent.co.uk, Pyeongchang2018.com, Time.com