Kurang Tidur Jadi Pemicu Tampilan Fisik yang Buruk

Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Menjadi mahasiswa identik dengan kewajiban untuk menyelesaikan tugas perkuliahan yang menumpuk di malam hari. Banyaknya pekerjaan rumah yang diberikan dosen membuat mahasiswa harus mengorbankan waktu tidurnya demi menyelesaikan tugas-tugas tersebut. Alhasil, tidak jarang mahasiswa kurang mendapat waktu tidur yang cukup untuk beristirahat.

Kurang tidur menjadi salah satu masalah yang kerap dialami oleh mahasiswa. Beberapa peneliti dari Karolinska Institute, Stockholm, Swedia, melakukan penelitian terhadap 25 orang mahasiswa untuk mengetahui dampak dari kebiasaan kurang tidur. Mereka diminta untuk tidur hanya empat jam setiap malam selama dua hari berturut-turut lalu difoto tanpa mengenakan riasan wajah apa pun. Setelah itu, 122 warga Stockholm yang tidak mengenal responden diminta untuk memberi nilai pada hasil foto tersebut.

Dalam jurnal Royal Society Open Science, para peneliti menyimpulkan bahwa kurang tidur bisa membuat seseorang terlihat lebih jelek dan kurang atraktif di mata orang lain. Hal ini terlihat dari tanggapan warga yang merasa kurang tertarik untuk bersosialisasi dengan responden yang terlihat lelah karena kurang tidur.

“Wajah yang terlihat kurang sehat, apakah karena kurang tidur atau sebab-sebab lain, mungkin secara otomatis membuat orang lain menghindar dengan tujuan tak ingin terkena penyakit,” tulis para peneliti dari Karolinska Institute, dikutip dari bbc.com.

Tidak hanya mahasiswa, sebagian besar orang dewasa di seluruh dunia sering mengalami kurang tidur. Jurnal Sciences Advances memuat hasil penelitian dari Harvard University dan University of California terkait pengaruh dari perubahan iklim terhadap waktu tidur. Para peneliti mengatakan bahwa temperatur yang terus meningkat akibat perubahan iklim membuat penduduk dunia mengalami kesulitan tidur.

Penelitian dilakukan dengan menganalisa survei terhadap penduduk Amerika Serikat oleh Centers for Disease Control and Prevention dari tahun 2002 hingga 2011. Berdasarkan hasil survei, responden melaporkan adanya kesulitan tidur ketika suhu dunia menjadi lebih hangat. Terjadi peningkatan kemungkinan kurang tidur sebanyak tiga hari dalam sebulan per 100 orang ketika suhu rata-rata naik satu derajat celcius.

Hasil penelitian ini membawa kabar yang kurang menyenangkan bagi penduduk dunia. Kondisi kurang tidur dapat menyebabkan sel astrosit pada otak yang berfungsi untuk membersihkan diri jadi bekerja terlalu aktif. Akibatnya, otak berpotensi mengalami mengalami banyak kerusakan seperti pada penyakit Alzheimer.

Dampak dari kurang tidur tidak hanya dirasakan oleh orang berusia lanjut saja. Saat ini, generasi muda pun memiliki potensi yang besar untuk terserang penyakit akibat kurang tidur. Ilmuwan mengatakan bahwa waktu tidur cukup setiap orang adalah minimal enam jam per hari. Karena itu, sesibuk apa pun aktivitas yang dijalani setiap harinya, tidur cukup tetap perlu dilakukan demi menjaga umur panjang.

Penulis: Hilel Hodawya

Editor: Kezia Maharani Sutikno

Foto: npr.org

Sumber: bbc.com, kompas.com, detik.com