Perubahan Iklim: Ancaman Besar Bagi Anak

Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com –Perubahan iklim yang terjadi semakin membuat resah masyarakat. Pasalnya tidak hanya orang dewasa saja yang merasakan dampaknya namun anak anak juga merasakannya.

Penelitian yang dilakukan oleh para ahli membuktikan bahwa perubahan iklim merupakan ancaman bagi kesehatan dan keselamatan manusia. Tetapi anak-anak menjadi korban yang paling rentan terkena dampaknya, terutama di negara-negara termiskin di dunia.

Profesor Richard Tol dari Universitas Sussex, Inggris, memperkirakan dampak negatif pemanasan global akan melampaui dampak positifnya bila terjadi peningkatan suhu sampai 1,1 derajat celsius, yang diprediksi sebentar lagi tercapai.

American Academy of Pediatrics (AAP) juga mendesak dokter anak dan politikus untuk bekerja sama melindungi anak-anak dari ancaman terkait iklim. Ancaman perubahan iklim termasuk bencana alam, sengatan panas, kualitas udara yang lebih rendah, peningkatan infeksi, dan ancaman terhadap pasokan makanan dan air.

Menurut penelitian yang dilakukan World Health Organization (WHO), Anak-anak secara unik berisiko terhadap dampak langsung dari perubahan iklim seperti bencana alam, termasuk banjir dan badai, yang dapat meningkatkan risiko cedera, kematian, kehilangan atau terpisah dari pengasuh dan dampak kesehatan mental.

Iklim juga mempengaruhi sejumlah penyakit menular yang berdampak pada anak-anak di seluruh dunia, termasuk malaria, demam berdarah, virus West Nile, chikungunya, penyakit Lyme, demam berbintik Rocky Mountain, dan penyakit diare.

Selain itu daratan di Eropa tengah akan lebih hangat dari rata-rata 4 derajat ceslius, yang berpotensi mengubah pola musim di sepanjang Eropa. Kita juga akan kehilangan lapisan es di Arktik pada musim panas, dan lapisan itu akan jauh lebih tipis pada musim dingin.

Johan Rockstrom, direktur di pusat penelitian ketahanan lingkungan di Universitas Stockholm, memperingatkan peningkatan suhu global di atas dua derajat celsius akan berisiko memicu dampak yang tak dapat diperbaiki.

Reporter : Nathalia Setiawan

Editor : Johanes Hutabarat

Sumber : bbc.com, www.or.id, detik.com

Photo : ayobandung.com