Satu Detik yang Mengubah Takhta Kursi Final IBL

Tip off pertandingan ketiga antara tim Stapac Jakarta melawan Pelita Jaya Jakarta pada babak semifinal Playoffs Liga Basket Indonesia (IBL), Minggu (08/04/18) di C-Tra Arena, Bandung. (foto: kumparan.com/ dok. IBL)
Share:

BANDUNG, ULTIMAGZ.com – Satu detik terakhir pada pertandingan ketiga babak semifinal Liga Basket Indonesia (IBL) antara tim Pelita Jaya (PJ) Jakarta dan Stapac Jakarta pada Minggu (08/04/18) mengubah hasil akhir pengampu kursi final IBL musim ini. Pasalnya, PJ berbalik unggul 77-76 satu detik menjelang dibunyikannya bel akhir tanda selesainya pertandingan yang sekaligus memastikan tempat mereka di babak final.

Pertandingan berlangsung sengit antar kedua tim. Berakhir dengan skor 67-67, kedua tim harus kembali beradu di babak perpanjangan waktu. Kerap disebut babak overtime, babak dengan durasi waktu lima menit ini berlangsung untuk menentukan kubu yang layak melaju ke final.

Pelita Jaya membuka babak perpanjangan waktu dengan floater dari salah satu punggawanya, Wayne Bradford. Tak berhenti disana, Bradford kembali menyumbang poin untuk PJ melalui floater keduanya, menghasilkan skor 71-67 kala waktu tersisa 3 menit 47 detik di babak tersebut.

Intensitas permainan tetap terjaga dengan tembakan tiga angka pemain asing Stapac, Dominique Williams membuat kedudukan kembali kejar-kejaran. Selain itu, kedua tim juga tak mencetak angka lagi setelahnya, kecuali melalui tembakan bebas akibat pelanggaran dari tim yang bertahan.

Memasuki 86 detik sebelum pertandingan berakhir, Dom kembali mencetak tembakan tiga angka usai menerima umpan dari Abraham Damar Grahita dari pojok lapangan. Stadium C-Tra Arena Bandung mendadak kembali meriah dengan semarak para pendukung Stapac yang melihat papan skor 76-75 berpihak pada tim asuhan asisten pelatih AF Rinaldo tersebut.

Ketika bola berpindah tangan ke arah Pelita Jaya, tak tersisa banyak waktu bagi Pelita Jaya untuk mengubah hasil akhir, bahkan penyerangan PJ sempat gagal akibat ditepis Abraham.

Pada 6 detik terakhir, usaha PJ tampak tak menjanjikan hasil. Namun, memasuki detik terakhir pertandingan, Dom melakukan pelanggaran ketika guard PJ Xaverius Prawiro melakukan tembakan tiga angka, yang berarti Pelita Jaya dianugerahi tembakan bebas sebanyak tiga kali.

Tembakan bebas pertama berhasil menyetarakan kedudukan. Tembakan bebas kedua juga dieksekusi dengan baik, membuat PJ kini memimpin satu poin. Usai tembakan kedua terlihat ada sedikit perbincangan antara Xaverius dengan pelatih PJ.

Saat kamera siaran langsung berpaling ke bangku pemain cadangan, Dom terlihat memegang kepala seraya melihat papan skor yang telah beralih kedudukan.

Akhirnya, tembakan ketiga dilepaskan Xaverius dan sengaja dipantulkan ke ring basket untuk menghabisi satu detik yang tersisa di gim tersebut, menjegal langkah Stapac mengambil timeout dan membalikkan kedudukan.

Para pemain dan staf Pelita Jaya terlihat bergembira usai kemenangan tipis tersebut. Beberapa mengambil pose seperti bersujud di lapangan, beberapa meloncat dan melakukan jabat tangan satu sama lain. Sedangkan dari kubu Stapac, beberapa pemain turut bergembira atas kemenangan PJ, namun beberapa memutuskan untuk langsung bertolak ke ruang ganti pakaian tanpa sepatah katapun.

Jika pada detik terakhir tidak terjadi pelanggaran terhadap Xaverius Prawiro, ada kesempatan bagi Stapac untuk melaju ke babak final melawan Satria Muda Pertamina. Kesempatan setara juga dimiliki PJ lantaran pengambilan tembakan terakhir oleh Xaverius dapat berbuah poin.

Kemenangan ini mengantarkan PJ ke babak final dengan perolehan 2-1. Dilansir iblindonesia.com, Pelatih Pelita Jaya Johannis Winar menganggap kalau anak-anak asuhnya bermain dengan sangat baik pada gim ketiga melawan Stapac.

“Sepanjang gim memang ada naik turun, tetapi anak-anak tetap berada pada levelnya,” tutupnya.

 

Penulis: Ivan Jonathan

Editor: Gilang Fajar Septian

Foto: Kumparan.com/ dok.IBL

Sumber: Iblindonesia.com