LeBron Diusir, Kevin Love Jadi Bintang

Forward Cleaveland Cavaliers LeBron James (kiri) dikeluarkan dari pertandingan oleh wasit NBA Kane Fitzgerald (tengah) usai James melontarkan protes keras terhadap Fitzgerald. Protes tersebut dilakukan karena James menilai bahwa seharusnya ia mendapatkan foul kala pertandingan antara Cleaveland Cavaliers dengan Miami Heat di Quicken Loans Arena, Ohio, Amerika Serikat, Selasa (28/11/17) waktu setempat.
Share:

OHIO, ULTIMAGZ.com – Mega bintang Liga Basket Amerika Serikat (NBA), LeBron James, terpaksa meninggalkan lapangan usai mendapat pelanggaran teknis saat pertandingan Cleaveland Cavaliers melawan Miami Heat, Selasa (28/11/17) waktu setempat. Akan tetapi, permainan apik Kevin Love pada gim ini yang menggantikan posisi James mendulang sejumlah angka dan memberikan kemenangan bagi Cavs.

James dikeluarkan dari lapangan usai mendapat pelanggaran teknis dari wasit NBA, Kane Fitzgerald, karena dinilai mengancam dan mengucapkan kata kasar terhadapnya. Percakapan intens antara Fitzgerald dan James terlihat usai James gagal mengeksekusi floater pada sisa satu menit 59 detik kuarter tersebut.

“Dia melontarkan hantamannya kepada saya di udara dan secara agresif berjalan menuju saya, kemudian dia mengatakan beberapa hal vulgar di telinga saya,” tutur Fitzgerald dilansir dari espn.com.

Usai protes keras James terhadapnya, Fitzgerald memberi tanda pelanggaran teknis kepada meja ofisial NBA serta memberi isyarat bahwa James dikeluarkan dari pertandingan. Tidak terima, James mengajukan protes lantaran dia merasa bahwa kegagalannya mencetak angka disebabkan karena foul yang dilakukan oleh kompetitornya, James Johnson.

“Saya mengatakan apa yang seharusnya saya katakan kepadanya, namun dia memilih untuk mengeluarkan saya,” tutur LeBron usai pertandingan tersebut.

Keluarnya pemain dengan tiga kali predikat Most Valuable Player (MVP) tersebut sekaligus menandai pengeluaran pertamanya dari lapangan dalam 15 tahun bermain sebagai pemain di NBA. Ujung tombak Cavs tersebut terpaksa tidak menyentuh lapangan pada kuarter terakhir.

Kevin Love berhasil mengangkat Cavs tetap unggul atas Heat 108-97 pada bel akhir pertandingan. Love yang menyumbangkan 38 poin untuk Cavs dinilai efektif dalam pola penyerangannya kali ini.

Menjadi pemasok angka terbanyak di timnya hingga akhir gim, pemain eks Minnesota Timberwolves tersebut juga memasok poin terbanyak pada rekor pribadinya musim ini. Pengakuan dominasi Love juga datang dari kubu tim oposisinya selama pertandingan.

“Menurut saya, dia mencetak poin-poin yang sulit di kuarter pertama,” ungkap Center Miami Heat Hassan Whiteside dilansir dari miamiherald.com.

Kepiawaian permaianan Love terlihat ketika ia berhasil mendulang 32 poin dalam dua kuarter pertama, menyandingi eks pemain NBA, Tracy McGrady dan Lafayette Lever dengan perolehan tersebut.  

Ritme penyerangan Love tergolong sulit ditebak. Melepaskan tembakan tiga angka, bermain di posisi low post, dan menunggu seccond chance point merupakan beberapa gaya penyerangan Love yang terkadang tak tertebak oleh lawannya. Merasuk dari setiap lini penyerangan, pemain asal California tersebut berhasil mencetak 10 kali tembakan dari 16 kali percobaan.

Kemenangan Cavs atas Heat ini merupakan kemenangan beruntun kesembilan yang diraih tim besutan pelatih Tyron Lue tersebut. Adapun Cavs akan melawan Atlanta Hawks pada Kamis mendatang mencari kemenangan kesepuluhnya.

Penulis: Ivan Jonathan

Editor: Geofanni Nerissa Arviana

Foto: sportingnews.com

Sumber: nba.com, espn.com, bleacherreport.com, miamiherald.com, antaranews.com