Menanti Era Baru AC Milan

Share:

MILAN, ULTIMAGZ.com – AC Milan akhirnya terbangun dari tidur panjangnya, menyambut musim 2017/2018, Milan berhasil mengejutkan semua pecinta sepak bola dengan aktifitas transfernya. Hingga bursa transfer ditutup, Milan sukses mendatangkan 11 pemain dari berbagai posisi. Dengan aktifitas transfernya sejauh ini, apakah Milan mampu mengembalikan kerinduan kejayaanya seperti dulu?

Pada pertengahan April yang lalu, Silvio Berlusconi mengejutkan para penggemar Milan. Pasalnya, ia mengakui sudah menjual klub yang bermarkas di San Siro ini kepada pengusaha asal China, Li Yonghong. Sejak saat itulah, Milan selangkah demi selangkah bangun dari tidur panjangnya.

Gebrakan “Setan Merah” Italia ini ditandai dengan keberhasilan Milan mendatangkan sejumlah nama besar, di antaranya Hakan Calhanoglu, Ricardo Rodriguez hingga Leonardo Bonucci pada bursa transfer musim panas ini.

Total ada 11 pemain dari setiap posisi didatangkan oleh Milan, lantas rencana seperti apa yang akan diterapkan oleh sang juru taktik Vincenzo Montella?

Saat ini, Montela dapat menggunakan formasi 4-2-3-1 dengan 11 pemain yang didatangkan. Ditambah lagi, dengan pemain yang sudah ada Montella juga bebas menjajal berbagai formasi.

Formasi

Milan bisa menggunakan beragam formasi dengan seluruh pemain yang ada. Namun,  Formasi 4-3-3 atau 3-4-3 dinilai lebih cocok dengan kualitas pemain Milan saat ini. Dengan skema itu, Milan bisa saja meracik serangan dari kedua sayap atau dari lini tengah mereka.

 

Kiper

Pada posisi kiper, Montella masih mempercayai Gianluigi Donnarumma. Walaupun sempat menimbulkan kontroversi karena tidak mau memperpanjang kontraknya, Donnarumma akhirnya luluh dan Milan pun berhasil mempertahankannya pada musim ini. Montella pun tidak perlu bingung apabila Donnarumma cedera, sebab masih terdapat nama-nama seperti Marco Storari ataupun kakak Donnarumma, Antonio yang siap menggantikan peran adiknya.

Bek

Di lini belakang, Milan mampu memakai semua bek yang baru didatangkan musim ini sekaligus. Mulai dari Andrea Conti, Leonardo Bonucci, Mateo Musacchio, dan Ricardo Rodriguez yang berpotensi langsung menjadi pemain inti.

Selain itu, jangan lupakan nama-nama seperti Andrea Romagnoli, Ignazio Abate, dan Luca Antonelli. Ketiganya dinilai bisa berhasil mempertahankan posisinya di starting eleven Milan musim ini.

Opsi lainnya, Milan bisa saja memainkan tiga bek pada musim depan. Jika Milan mencoba skema tiga bek ini, Bonucci, Mussacchio, dan Romagnoli kemungkinan akan menjadi trio yang dipercaya untuk memotori pertahanan Milan.

 

Tengah

Pada sektor tengah, Milan berhasil mendaratkan Franck Kessie dan Lucas Biglia pada bursa transfer kali ini. Dua pemain ini dipastikan akan mendapatkan tempat di line-up Milan. Dengan kemampuan mereka masing-masing, Milan diprediksi akan memiliki skema bertahan maupun menyerang yang apik.

Dengan skema 4-3-3, Milan dapat memasang Biglia sebagai gelandang bertahan. Sedangkan Kessie bisa saja diplot sebagai gelandang box-to-box. Dengan usia yang baru memasuki 20 tahun, posisi ini sangat cocok bagi Kessie yang memiliki stamina dan kecepatan yang di atas rata-rata.

Untuk melengkapinya, Milan juga bisa memplot Ricardo Montolivo, Manuel Locatelli, Jose Sosa, Giacomo Bonaventura ataupun Hakan Calhanoglu sebagai gelandang serang.

Sedangkan, dengan formasi 3-4-3, Milan bisa menarik Conti dan Rodriguez ke lini tengah untuk menemani Kessie dan Biglia. Jika formasi ini digunakan oleh Montella, Conti dan Rodriguez akan dituntut untuk bekerja lebih keras, baik dalam bertahan maupun saat menyerang.

Saat menyerang, Conti dan Rodriguez diharapkan bisa membantu mengalirkan bola dari kedua sayap. Sedangkan saat bertahan, Conti dan Rodriguez bisa memutus serangan lawan.

Penyerang

Selepas kepergian Zlatan Ibrahimovic ke Paris Saint German (PSG), Milan tidak lagi memiliki nama-nama yang menjanjikan di lini depan. Mungkin Carlos Bacca bisa diperhitungkan, namun jika Bacca cedera, belum ada pemain pengganti yang cocok untuk mengisi posisi ini.

Dengan hadirnya Andre Silva, Hakan Calhanoglu, Fabio Borini, dan Nikola Kalinic, ditambah dengan Suso dan Patrick Cutrone yang sudah berada di Milan sejak musim lalu. Kini Milan tidak perlu pusing lagi ketika salah satu penyerangnya mengalami cedera.

Lewat formasi 4-3-3, Montella memiliki berbagai opsi di lini depan. Sayap kiri, akan diisi oleh Suso atau Borini. Sedangkan, posisi sayap kanan dapat diperankan oleh Calhanoglu atau Borini. Opsi kedua sayap ini dapat membantu aliran bola ke kotak penalti.

Adapun di posisi penyerang, Montella mampu memainkan Silva, Kalinic atau pemain binaan mereka sendiri, Patrick Cutrone.

Cutrone sendiri berhasil mencuri perhatian Montella sejak pra-musim. Hingga minggu kedua Seri A, ia selalu sukses membayar kepercayaan Montella ketika dimainkan. Dalam 6 laga resmi Milan, Cutrone berhasil mencetak empat gol. Sedangkan Silva, yang digadang-gadang akan menjadi penyerang utama baru Milan, bisa mencetak dua gol ketika menjamu Shkendija dalam leg pertama kualifikasi Liga Europa.

Opsi tiga penyerang ini bisa saja memusingkan Montella untuk memilih siapa yang tepat dipasang ketika bertanding. Melihat hasil pra-musim hingga minggu kedua Seri A, seluruh penyerang (kecuali Kalinic yang belum bermain) sudah membuktikan bahwa mereka pantas untuk menjadi bagian starting eleven Milan.

Penampilan

Sejauh ini, sejak pra-musim hingga minggu kedua Seri A, Montella sudah mencoba dua formasi yang berbeda, yaitu 4-3-3 dan 3-5-2. Hasilnya, dari 10 laga yang dilakoni, Milan hanya mengalami dua kekalahan saat pra-musim.

Selain itu, Milan juga baru kebobolan tiga kali dalam 10 laga. Sedangkan, dalam 10 laga itu Milan berhasil membobol gawang lawan sebanyak 25 kali. Hal tersebut menjadi hasil positif bagi Milan yang sedang berjuang untuk bangkit.

Bahkan sejak kekalahan dari Real Betis di pra-musim, Milan belum pernah kalah sekali pun hingga kini. Tak pelak, dari total 6 pertandingan, Milan berhasil mencetak 15 gol dan hanya satu kali kebobolan.

Untuk formasi,  sejauh ini 4-3-3 masih menjadi favorit Montella. Total Sembilan kali Montella mengunakan formasi ini. Sedangkan, formasi 3-5-2 juga sempat dipakai kala mengalahkan Skhendija dalam leg kedua kualifikasi Liga Europa.

Jika dilihat lebih jelas, sejauh ini, Milan masih belum menemui tim dengan kualitas yang sepadan. Mungkin hanya Borrusia Dortmund dan Bayern Munchen saja yang bisa dianggap memiliki level diatas Milan.

Saat bertemu dengan Dortmund di pra-musim, Milan mengalami kekalahan telak 3-1. Sedangkan ketika melawan Munchen, Milan berhasil meraih kemenangan telak 4-0. Namun perlu diingat, Munchen hanya menurunkan beberapa pemain intinya ketika melawan Milan. Singkatnya, kemenangan tersebut tidak bisa dijadikan tolok ukur kesuksesan Milan.

Untuk laga resmi sendiri, Milan baru bertanding sebanyak enam kali. Empat kali bertanding di kualifikasi Liga Europa, dan dua kali bertanding di Seri A. Dari enam pertandingan resmi itu, Milan hanya bertemu dengan tim-tim kecil seperti, Crotone dan Skhendija.

Masih banyak yang harus dibuktikan oleh Milan, khususnya saat bertemu tim-tim besar seperti Juventus, AS Roma, dan rival abadi mereka Inter Milan.  AC Milan harus bisa meraih kemenangan saat melawan tim-tim besar ini. Pasalnya, pertandingan-pertandingan tersebut akan menjadi ajang pembuktian sebenarnya bagi si merah-hitam.

Penulis : Ridi F Khan

Editor : Gilang Septian, Christoforus Ristianto

Foto : acmilan.com, panditfootball.com, squawka.com

Sumber : panditfootball.com, goal.com, squawka.com