Tim Thomas Indonesia di-Bully, Ini Tanggapan Jonatan Christie

Share:

JAKARTA, ULTIMAGZ.com – Dunia bulutangkis Indonesia baru saja menemukan kembali titik terang, setelah sekian tahun terpuruk. Situasi dimana tidak adanya atlet bulutangkis yang membawa pulang medali emas dari London saat ajang Olimpiade 2012, serta tim Thomas Indonesia yang hanya bisa sampai di babak semifinal setelah dihentikan langkahnya oleh negara tetangga, Malaysia, dengan skor 3-0 pada 2014, telah berbalik.

Tahun ini, Praveen Jordan/Debby Susanto menjuarai ajang bergengsi All England 2016 di sektor ganda campuran. Selain itu, tim Thomas Indonesia mampu melaju ke babak final dan keluar sebagai runner-up, dengan membawa mayoritas pemain muda.

Namun, dengan prestasi dan kemajuan yang signifikan, tim Thomas Indonesia masih saja mendapat kritik dari mereka yang mengaku sebagai “pecinta bulutangkis”. Tak jarang, pemain yang tergabung dalam tim Thomas di-bully dalam media sosial seperti Facebook.

Menanggapi hal ini, Jonatan Christie, sebagai salah satu pemain dalam tim Thomas Indonesia tahun ini, buka suara. “Mungkin yang nge-bully, ekspektasinya terhadap kita terlalu tinggi,” ujar atlet kelahiran September 1997 yang baru pertama kali mencicipi bermain dalam ajang bergengsi tersebut. Ia juga mengungkapkan bahwa sebagai atlet muda, ia menerima kritikan.

Namun menurutnya, yang harus disalahkan bukanlah atletnya, namun regenerasi yang berjalan terlalu lambat. “Kita sebagai atlet muda pastinya harapan kita mau mengejar atlet yang berada di atas kita. Seharusnya, pemain kelahiran 1992 atau 1994 yang unjuk gigi, menggantikan Tommy Sugiarto dan Hayom Rumbaka,” tambahnya ketika diwawancarai ULTIMAGZ di fX Sudirman, Rabu (1/6).

“Sekarang, kalau lihat saya yang umurnya 9 tahun berbeda dari Tommy, itu kan kejauhan. Harusnya ada yang berbeda 3-4 tahun yang bisa menggantikan Tommy dan Hayom,” ungkap pemain yang berada pada peringkat 19 dunia dan peringkat 2 nasional ini.

Kendati demikian, Jonatan positif dalam melihat tren yang terjadi di sektor tunggal putra. Menurutnya, Indonesia akan menghasilkan pemain sehebat Hariyanto Arbi, Ardi B.W, dan Taufik Hidayat kelak. “Di sektor tunggal putra, saya melihat banyak yang akan menjadi pemain hebat dan jumlah pemainnya tidak hanya satu, ada tiga sampai empat pemain yang akan menjadi sehebat Taufik Hidayat,” jelasnya.

Penulis: Josephine Valencia
Editor: Alif Gusti Mahardika
Foto: twitter @INABadminton