Bulan Demokrasi Dimulai, KPU UMN Targetkan Partisipasi Pemilih Capai 50 Persen

Para calon organisator mengucapkan sumpah dalam pembukaan Bulan Demokrasi, di Kantin Gedung C Universitas Multimedia Nusantara, Senin, (14/10/19). (ULTIMAGZ/Abel Pramudya)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Kegiatan Bulan Demokrasi yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum Universitas Multimedia Nusantara (KPU UMN) dibuka pada Senin (14/10/19) di Kantin Gedung C, UMN. KPU UMN menargetkan sedikitnya 50 persen pemilih dari mahasiswa aktif ikut berpartisipasi dalam pemilihan organisator kali ini.

Ketua KPU UMN, Joshua Nathanael mengatakan target ini masih sama seperti tahun lalu. Menurut Joshua berdasarkan tren dari tahun sebelumnya untuk mencapai 100 persen masih cukup sulit. Pada pemilihan umum tahun 2017 total pemilih mencapai 2.311 dari 7.141 mahasiswa atau sekitar 33 persen, pada 2018 meningkat menjadi 2.705 dari 6.952 mahasiswa atau sekitar 39 persen.

“Daripada kita menurunkan semangat paslon (pasangan calon) dan timses (tim sukses) untuk mencapai target 100 persen terlebih di prodi yang mayoritas mahasiswanya banyak, lebih baik jika tetap di angka 50 persen tetapi mereka semua tetap semangat untuk mencapai targetnya,” ujar Joshua ketika ditemui usai pembukaan Bulan Demokrasi.

Dalam upaya mencapai target 50 persen pemilih, KPU UMN mengoptimalkan penggunaan media sosialnya seperti YouTube untuk menampilkan live streaming debat paslon serta Instagram KPU UMN.

Rangkaian Bulan Demokrasi dimulai dengan debat paslon pada 15-22 Oktober 2019 di Collabo Hub Space, lantai 7 Gedung D. Selanjutnya, kampanye paslon akan diadakan pada pada 14 Oktober-8 November.

KPU UMN juga akan menggelar panggung demokrasi mulai tanggal 28 Oktober sebagai sarana para paslon melakukan orasi di kantin UMN. Terakhir, masa pemungutan suara akan dihelat pada 11-15 November dan pengumuman calon terpilih pada 16 November.

Joshua menginginkan mahasiswa UMN mengikuti kegiatan Bulan Demokrasi ini, ia pun mengajak mahasiswa untuk mengkritisi para paslon dan menggunakan hak pilih mahasiswa.

“Dengan mereka (mahasiswa) tidak peduli urusan organisasi bukan berarti kehidupan kuliah mereka tidak akan dipengaruhi oleh organisasi yang menaungi mereka,” katanya. “Karena itu untuk keluarga besar mahasiswa UMN mari kritisi para paslon dari organisasi yang menaungi kalian dan gunakan hak pilih kalian,” ucapnya menambahkan.

 

Penulis: Abel Pramudya

Editor: Ivan Jonathan

Foto: Abel Pramudya