Konvergensi dan Upaya Pendekatan Ke Masyarakat

Dari kiri ke kanan: Panca Hari Prabowo selaku moderator, Wisnu Nugroho selaku Pemimpin Redaksi Kompas.com, Wahyu Dhyatmika selaku Redaktur Eksekutif Majalah Tempo, serta Wisnu Prasetya Utomo selaku Peneliti Remotivi sedang berbincang mengenai konvergensi dalam Seminar Compress 2017 pada Selasa (18/04/17), di Lecture Hall Universitas Multimedia Nusantara.
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Usung tema konvergensi, seminar Commpress 2017 diselenggarakan pada Selasa (18/04/17), di Lecture Hall Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Seminar ini merupakan rangkaian pekan pameran jurnalistik Commpress yang menyadarkan arti penting konvergensi sebagai wujud pendekatan terhadap audiens.

“Media-media mencoba mempersonalisasi berita atau mempersonalisasi informasi,” ujar Peneliti Remotivi Wisnu Prasetya Utomo. Wisnu menambahkan bahwa personalisasi yang ia maksud adalah dengan melakukan penyesuaian sebagai upaya pendekatan diri dengan masyarakat.

Konvergensi media dititikberatkan pada persuasi media terhadap audiens mereka, bukan pada kerja teknis semata. Tuntutan perkembangan zaman juga turut berperan menyebabkan konvergensi media.

Di era milennial seperti saat ini, pola konsumsi masyarakat terhadap media kian berubah. Kemajuan tekonologi yang ada mengubah pola konsumsi tersebut. Khalayak yang dahulu mengonsumsi berita dari koran kini perlahan beralih ke media online.

“Pagi ini siapa yang baca koran? Nah, tidak ada kan, hanya kami berdua, kami sudah jadi barang antik disini,” canda Pemimpin Redaksi kompas.com Wisnu Nugroho.

Platform konsumsi berita memang semakin beragam. Mulai dari radio, televisi, cetak, dan digital. Menyadari keberagaman media yang telah ada, Kompas melakukan konvergensi guna menjangkau audiens yang beragam dalam mengonsumsi berita.

“Audiens berubah, pola konsumsi berubah. Kita sebenarnya punya platform untuk menjangkau itu, kenapa kita tidak melakukan konvergensi media untuk menyalurkan konten tersebut?” ucap pria yang akrab disapa Inu tersebut.

Di lain pihak, pendapat serupa disetujui oleh Redaktur Eksekutif Majalah Tempo Wahyu Dhyatmika. Ia berpendapat bahwa tidak mungkin apabila pola konsumsi masyarakat dipaksakan melalui satu media saja, perlu adanya konvergensi media. Selain itu konvergensi juga mempertahankan kualitas informasi yang akan diberikan pada masyarakat.

Walaupun konvergensi dinilai baik untuk media lintas platform, perbedaan kultur antar-platform media membuat pengumpulan berita menjadi sulit bila disesuaikan dalam media yang berbeda. Kebiasaan antara wartawan cetak dan online memiliki perbedaan yang tidak bisa dengan mudah digabungkan.

“Kita (Kompas) mau meluaskan integrasi dan konvergensi yang di luar konten. Karena kalau di konten masih ada persoalan-persoalan yang sulit untuk dilakukan,” ucap Inu.

Konvergensi dalam berbagai media saat ini baru dilakukan sampai batas pengumpulan informasi, sedangkan kebijakan editorial masing-masing platform akan berbeda. Hal itu dilakukan karena sulitnya menyatukan konten informasi dalam media yang beragam. Selain platform, audiens tiap media juga berpengaruh terhadap konten informasi yang akan disampaikan.

Walaupun secara editorial terpisah, penggabungan ruang redaksi juga sudah mulai dilakukan oleh Kompas dan Tempo mendukung konvergensi yang akan terus berkembang.

Penulis: Ivan Jonathan

Editor: Kezia Maharani Sutikno

Foto: Ivan Jonathan