Memaknai Cinta pada UMN Screen 2017

Dalam kesempatan ini, UMN Screen menayangkan karya-karya terbaik dari mahasiswa FTV UMN dengan tema "In The Name Of Love" di Goethe Institue, Goethe Institute, Jakarta Pusat (26/04/17).
Share:

JAKARTA, ULTIMAGZ.com – Usung tema In The Name Of Love, UMN Screen kembali menampilkan karya-karya mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) pada Rabu (26/04/17) di Goethe Institute, Jakarta. Deretan film pendek mahasiswa Film dan Televisi (FTV) UMN ini menceritakan arti cinta yang sesungguhnya, tidak dibatasi pada hubungan antara laki-laki dan perempuan saja.

Beberapa film yang diputar pada sesi ini adalah First Friend, Buddha, Senja Bersemi, A Little Friend, MAIKIA, Fishing Day, dan Mengejar Dangdut. Rangkaian pemutaran flm dimulai pukul 20.25 WIB tanpa jeda sampai akhir rangkaian film.

Sesuai temanya, sesi ini menampilkan film-film bertajuk cinta yang dikemas dalam implementasi di luar romantisme laki-laki dan perempuan. Seperti film Senja Bersemi misalnya, yang bercerita tentang kisah asmara seorang kakek dengan seorang nenek. Kesamaan selera musik mempertemukan keduanya di panti werdha yang sama. Film ini dikemas dengan menarik, tingkah kedua sejoli ini tak jarang mengundang tawa penonton.

Film-film yang ditampilkan tidak terbatas pada film fiksi saja, namun ada juga film animasi bertajuk cinta yang ditampilkan.  Seperti film Fishing Day yang mengambil latar di tempat bersalju. Persahabatan antara seekor beruang kutub dengan sebuah robot dimulai ketika mereka memperebutkan ikan yang didapat dari laut lepas. Film ini sedikit banyak menggambarkan tentang persahabatan sebagai implementasi dari cinta.

Mengejar Dangdut juga menggambarkan implementasi cinta dari sisi lain lagi. Keinginan Icha, sang pemeran utama untuk bertemu idolanya yakni seorang penyanyi dangdut ternama menggambarkan rasa cinta antara idola dan penggemarnya. Bahkan produser film ini, Aulion mengambil kisah ini dari kehidupan nyata.

“Sebagai seorang content creator, Aulion banyak berinterakhsi dengan penggemarnya. Dari situ dia (Aulion) nyeletuk, gimana kalau kita bikin film tentang hubungan antara seseorang dengan idolanya?” ujar Sutradara film tersebut, Gisela Levy.

Film lainnya yang cukup menarik adalah Buddha. Menggambarkan perjalanan Sidartha Gautama sejak kecil hingga mencapai kesempurnaan, film ini mengemas edukasi keagamaan menjadi sesuatu yang menarik disimak. Sutradara film tersebut, Harris Salim menyatakan bahwa ide animasi ini berangkat dari pengalamannya kesulitan menceritakan kehidupan Buddha hingga menghasilkan animasi perjalanan kehidupan Buddha. Melalui animasi bergaya pixel, film ini membahas mengenai cinta seperti yang tertuang pada ajaran Buddha.

“Sebenarnya, inti ajaran Agama Buddha itu cinta kasih,” ujarnya. Itu sebabnya pula film ini masih bertajuk cinta, dan menggambarkan implementasi cinta terhadap diri sendiri.

Penulis: Ivan Jonathan

Editor: Kezia Maharani Sutikno

Foto: Harvey Darian