Para Calon Ketua HIMTARA Ajak Mahasiswa Gunakan Hak Pilih

Penyampaian visi dan misi pasangan calon ketua dan wakil ketua nomor urut 1 (Kiri) Florentinus Ino dan Paramitha Hartadi dan pasangan calon ketua dan wakil ketua nomor urut 2 (kanan) Kenny Alessandro dan Agnes Regina dalam debat terbuka himpuman mahasiswa akuntansi pada Rabu (24/10/18). (ULTIMAGZ/Felisitasya Manukbua)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – KPU UMN menggelar debat terbuka bagi pasangan calon ketua dan wakil ketua himpunan mahasiswa akuntansi HIMTARA pada Rabu (24/10/18) di Studio TV Gedung B lantai 6.

KPU UMN mencatat, jumlah pemilih yang berpartisipasi dalam pemilihan ketua dan calon ketua BEM dan himpunan belum pernah menyentuh angka 50% dari jumlah keseluruhan mahasiswa aktif. Para calon ketua HIMTARA Gen 9 memiliki caranya masing-masing untuk mengajak mahasiswa program studi Akuntansi untuk berpartisipasi dalam pemilu.

Calon ketua HIMTARA nomor urut satu Florentinus Ino mencoba melakukan pendekatan kepada kelompok-kelompok kecil mahasiswa Akuntansi.

“Saya dengan timses melihat ada kubu-kubu di mahasiswa akuntansi. Kami mencoba menarik satu dari kelompok mereka untuk mengajak teman-temannya memilih,” ujar Florentinus.

Ia menilai cara ini akan efektif. Disamping itu, ia mengaku juga tetap akan turun langsung dan melakukan pendekatan ke mahasiswa akuntansi.

Ino juga menegaskan pentingnya memakai hak suara. Ia membebaskan timsesnya memilih pasangan calon manapun tanpa ada tekanan dan paksaan untuk memilih dirinya.

“Timses hanya membantu menyampaikan visi dan misi saya, tetapi terserah mereka mau pilih siapa pada nantinya. Namun, yang terpenting hak suaranya dipakai,” tegasnya.

Sementara, Kenny Alessandro calon ketua HIMTARA nomor urut dua memiliki pandangan yang berbeda terkait hal ini. Sebelumnya, ia menjelaskan bahwa ada tiga tipe orang apatis. Pertama, adalah orang yang tidak tahu info. Kedua, orangnya tahu teapi memang tidak peduli. Ketiga, memang sudah tidak peduli sama sekali.

“Saya akan memfokuskan untuk menargetkan mahasiswa UMN dengan tipe apatis yang pertama dan yang kedua. Ini akan lebih mudah ketimbang menjangkau orang yang memang sudah tidak mempunyai kepedulian sama sekali,” ujarnya.

Sama dengan Ino, ia tidak memaksakan siapapun untuk memilihnya, yang terpenting adalah menggunakan hak pilihnya pada pemilu nanti.

Kenny juga menggarisbawahi soal kebersamaan. “HIMTARA tidak bisa berjalan sendiri, kami juga butuh mereka (mahasiswa Akuntansi),” terangnya.

 

Sepi Penonton

Seperti pada debat sebelumnya, debat kali ini pun sepi penonton. Calon ketua HIMTARA nomor urut dua Kenny Alessandro mengakui hal ini.

“Sepengetahuan saya, anak Akuntansi lebih mengutamakan kelas. Tidak mungkin saya memaksakan mereka untuk datang dan menonton langsung ke sini,” jelasnya. “Hal ini sudah terjadi dari tahun ke tahun dan tidak bisa disalahkan,” tambahnya.

Hal serupa juga disampaikan calon ketua HIMTARA nomor urut satu Florentinus Ino. Ia memaklumi kesibukan mahasiswa Akuntansi. Ia juga menambahkan bahwa sebenarnya tim sukses pasangan calon nomor urut satu ini belum memulai masa kampanye yang mungkin menjadi penyebab sepinya pendukung yang hadir.

“Kami baru memulai kampanye pekan depan. Mahasiswa Akuntansi sedang sibuk, banyak acara di kampus. Kami juga masih menyiapkan apa yang akan disampaikan nanti,” paparnya.

 

Penulis : Abel Pramudya

Editor : Hilel Hodawya

Foto : Felisitasya Manukbua