Rektor UMN Imbau Mahasiswa Berpikir Jangka Panjang

Ninok Leksono selaku Rektor Universitas Multimedia Nusantara (UMN) sedang menyampaikan pesan-pesan kepada mahasiswa baru ketika kuliah perdana, Jumat (09/08/19), di Function Hall UMN, Tangerang. (ULTIMAGZ/Kevin Oei Jaya)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Sidang Senat Terbuka Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Jumat (09/08/19) dihadiri oleh lebih dari 2.000 mahasiswa baru. Dalam sambutan pembukanya, Rektor UMN Dr. Ninok Leksono menyampaikan mahasiswa harus memiliki orientasi pemikiran jangka panjang. 

“Kalian masuk di universitas tahun 2019, tetapi pemikiran kalian harus di tahun 2024,” ujar Ninok dalam pidatonya di Function Hall UMN.

Menurut Ninok, ada dua hal yang menjadi tantangan mahasiswa. Pertama, mahasiswa dihadapkan pada bonus demografi, sehingga persaingan masyarakat usia produktif semakin meningkat. Kemudian, mahasiswa dihadapkan pula oleh era revolusi industri 4.0 yang menuntut mereka lebih kreatif dalam mengikuti perkembangan zaman.

Atas kedua hal tersebut, menurutnya sangat penting bagi mahasiswa untuk mempersiapkan dirinya menghadapi tantangan di masa mendatang. Ninok juga berpesan agar mahasiswa menjaga kampus dari paham intoleransi dan radikalisme, berpegangan pada Pancasila, menjauhi narkoba, menanamkan jiwa anti korupsi, serta memperbanyak teman.

Pada kesempatan ini, juga diadakan kuliah perdana yang seyogianya dibawakan oleh Direktur Pendidikan dan Layanan Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Giri Suprapdiono  dan Chief Executive Officer (CEO) IDN Media Winston Utomo. Namun, Giri berhalangan hadir karena kesibukannya mengikuti seleksi pencalonan ketua KPK.

Chief Executive Officer (CEO) IDN Media Winston Utomo dalam kuliah perdana mahasiswa baru Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Jumat (09/08/19). (ULTIMAGZ/Kevin Oei Jaya)

Selaras dengan sambutan Ninok, kuliah dari Winston Utomo menekankan pentingnya mengetahui tujuan hidup. Di hadapan mahasiswa baru, Winston menceritakan pilihannya untuk  bekerja di Google cabang Singapura dibandingkan di Jakarta, meski gaji yang didapat jauh lebih kecil. Ia berprinsip, pengalaman jauh lebih penting dibandingkan uang.

“Pertanyaan yang selalu saya ingat dari ayah saya, kamu mau jadi apa lima tahun lagi?” ucapnya saat menceritakan pengalaman mencari kerja.

Selain itu, ia juga membagikan pengalamannya membangun perusahaan media dari nol. Ia memutuskan keluar dari Google dan membangun media yang kontennya berfokus pada generasi milenial dan generasi Z. Winston ingin mewujudkan mimpi masyarakat Indonesia untuk hidup dalam damai dan harmoni, dengan membangun media yang punya tanggung jawab sosial untuk memberikan informasi yang akurat, faktual, dan berdampak.

Sempat kesulitan mencari investor, kini medianya telah berkembang hingga memiliki beberapa media lain yang terhimpun di bawah nama IDN Media. Tindakan Winston ini didasari pada prinsipnya “ Jangan takut gagal, tapi takutlah kalau tidak mencoba.”

“Aku sering diremehkan, tapi bodo amat. Intinya, bermuka tebal aja,” tandas Winston.

 

Penulis: Abel Pramudya

Editor: Anindya Wahyu Paramita

Foto: Kevin Oei Jaya