Seminar Animasi IMAGO 2018 Ajak Animator Muda Giat Bangun Portofolio

Animator Allie Studio, Ahmad H. Azroi hadir sebagai pembicara dalam seminar animasi yang dilaksanakan oleh Imago di Lecture Hall UMN, Rabu (19/9/18). Imago merupakan acara pameran tugas akhir Fakultas Seni dan Desain (FSD) Universitas Multimedia Nusantara yang berlangsung dari tanggal 18-21 September 2018. (Foto: ULTIMAGZ/Billy Dewanda)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Sebagai salah stau rangkaian IMAGO 2018, seminar perkenalan dunia kerja untuk mahasiswa Program Studi Animasi menitikberatkan pengaturan waktu dan pengembangan diri sebagai strategi terbaik dalam memperoleh pekerjaan di dunia animasi. Diselenggarakan pada Rabu (19/09/18) di Lecture Hall Universitas Multimedia Nusantara (UMN),seminar ini berfokus mengajar mahasiswa untuk siap menghadapi dunia kerja di bidang animasi.

“Setiap orang sama-sama punya 24 jam, kalau begitu produktiflah,” tukas Art Director Allie Studio Ahmad Hafidz Azro’i. Lebih lanjut, Hafidz menekankan mengenai pengaturan waktu untuk berkarya, bukan bersantai-santai.

Pembangunan citra diri melalui portofolio virtual menjadi sangat penting di era yang serba digital ini. Sebab, kini aktivitas dan publikasi karya banyak terpusat di media sosial sebagai sarana penyebaran yang efektif.

Hafidz mengakui bahwa ia banyak mendapat tawaran dari Instagram sebagai lapangannya mendapatkan pekerjaan. Itu sebabnya ia memusatkan sejumlah portofolionya di kanal Instagram pribadinya.

Untuk membangun portofolio yang baik, seorang animator perlu melakukan apa yang digemarinya. Umumnya portofolio yang baik datang dari minat yang tinggi atas bidang tersebut.

“Portofolio sebenarnya berhubungan dengan hobi kita, dan hobi yang menyenangkan adalah hobi yang dibayar, hobi yang bisa menghasilkan,” jelas pria berusia 21 tahun tersebut.

Selain menekankan soal portofolio, Hafidz berbagi tips menghadapi perlakuan di dunia kerja animasi. Salah satu yang dijelaskan adalah mengenai kontrak kerja seorang animator dengan sebuah studio atau tempat bekerjanya. Pasalnya, acap kali seoranga nimator tak memperhatikan kontrak dengan baik sehingga terjerumus dengan pasal-pasal di dalamnya.

Seorang animator harus membaca dengan detil hak-hak dan kewajibannya dalam studio tersebut. Hal ini guna menghindari pekerjaan yang membebankan sang animator nantinya.

Selain itu, seorang animator juga perlu mencari iklim kerja yang tepat sesuai dengan gaya bekerjanya. Dunia animasi, papar Hafidz, merupakan bidang yang sulit, namun harus dilakukan dengan santai sehingga tetap menyenangkan. Itu sebabnya samakan iklim bekerja dengan gaya bekerja.

“Ada studio yang mengharuskan animatornya datang setiap hari dengan jam bekerja yang tetap, ada yang memperbolehkan datang kapan saja asal pekerjaan selesai boleh pulang, ada yang tidak mewajibkan datang ke studio juga, macam-macam tapi harus disesuaikan dengan kebutuhan dan gaya bekerja kalian,” tutupnya kepada peserta seminar.

 

Penulis: Ivan Jonathan

Editor: Hilel Hodawya

Foto: Billy Dewanda