Ultima Sonora Raih Dua Emas di Thailand

Paduan suara mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara Ultima Sonora berhasil mendapat dua medali emas dalam ajang 11th Grand Prix Thailand International Choir Festival di Pattaya, Thailand (21/07/2018). Ultima Sonora juga masuk dalam absolute winner di posisi ke-4 dan posisi ke-2 dalam audience award. (Foto: Dokumentasi Ultima Sonora)
Share:

PATTAYA, ULTIMAGZ.com – Paduan suara Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Ultima Sonora kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Tahun ini, Ultima Sonora berhasil menyabet 2 medali emas dalam ajang 11th Grand Prix Thailand International Choir Festival (GPTICF) yang diadakan di Pattaya, Thailand, Sabtu (21/07/18).

Bersaing dengan KC Lights dan Trischmavoca, Ultima Sonora berhasil menduduki posisi kedua dan mendapatkan medali emas dalam kategori Folklore di kompetisi paduan suara internasional ini. Dengan torehan poin sebesar 24.05, Ultima Sonora berada di bawah KC Lights dari India yang mendapatkan poin 25.50. 

Selain itu, paduan suara yang terbentuk pada tahun 2007 ini juga meraih posisi kedua dan medali emas dalam kategori Pop Music. Dengan raihan poin 24.25, Ultima Sonora harus mengakui keunggulan The Latte Tones dari Guam, AS, yang mendapat 0.75 poin lebih besar.

Tidak berhenti sampai di situ, Ultima Sonora juga menjadi 4 besar paduan suara dengan skor tertinggi (absolute winner). Meskipun berada di posisi paling bawah (posisi 4), Ultima Sonora menjadi satu-satunya wakil dari Indonesia dan Asia Tenggara yang meraih penghargaan ini.

Prestasi lain juga dikemas oleh Ultima Sonora yang berhasil menempati posisi kedua dalam audience award dengan total 2.179 suara. Tempat pertama sendiri diduduki oleh Penang Han Chiang High School Choir yang meraih 2.553 suara.

Edward Dhae sebagai penyanyi sekaligus soloist dalam lagu True Colors yang dibawakan Ultima Sonora mengaku senang atas pencapaian ini. “Saya senang, bangga, terharu karena apa yang dilatih selama ini tidak sia-sia. Musik kita bisa dinikmati banyak orang. Saya juga mendapat teman-teman baru dari paduan suara lain” ujarnya sumringah.

Pelatih sekaligus konduktor Ultima Sonora Antonius Ria Deni Sulistya atau yang biasa dipanggil Deni juga merasa puas dengan penampilan timnya. “Luar biasa, kerja keras yang tidak sia-sia. Mereka mencurahkan semuanya,”pungkasnya.

Pada gelaran tahun ini, GPITCF diikuti oleh 12 peserta yang berasal dari 5 negara. Selain Folklore dan Popular Music, perlombaan juga terbagi dalam 4 kategori lain, yakni Children’s Choir, Senior Choir, Sacred Music dan Contemporary Music.

 

Penulis: Abel Pramudya

Editor: Gilang Fajar Septian

Foto: Dokumentasi Ultima Sonora