UTDU UMN Adakan Simulasi Tanggap Gempa Bumi

Para mahasiswa dan dosen melakukan simulasi gempa bumi di Gedung D Universitas Multimedia Nusantara (UMN) pada Kamis, (15/11/18). Peserta terlihat sangat antusias akan simulasi gempa bumi ini yang diadakan oleh Unit Tanggap Darurat UMN (UTDU). (ULTIMAGZ/Sania Zelikha)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Unit Tanggap Darurat UMN (UTDU) mengadakan simulasi gempa bumi di Gedung D UMN pada Kamis (15/11/18). Para dosen dan mahasiswa diminta melakukan simulasi evakuasi ke lapangan parkir samping Gedung D.

Simulasi ini bertujuan untuk menyosialisasikan cara untuk menghadapi bencana kepada mahasiswa dan karyawan. Tak hanya itu, simulasi ini menjadi sarana evaluasi bagi UTDU agar lebih paham apa yang harus dibenahi, lengkapi, dan perbaiki dari gedung D supaya dapat mempermudah mahasiswa dan karyawan dalam melakukan evakuasi.

“Gedung D dipilih sebagai tempat pelaksanaan simulasi perdana karena masih sedikitnya aktivitas perkuliahan dibandingkan gedung lain. Selain itu, sebagai gedung baru dan tertinggi, evaluasi dini terhadap kesiapan peralatan tanggap darurat dirasa penting dan sesuai,” ungkap Manajer Building Management UMN Sudarman Sutanto, Stefanus B. Widiatnolo (Asisten BPMI), dan Nur Sayidatunnisa (Ketua UTDU).

 

Lima belas menit sebelum simulasi dimulai, para floor warden (Person In Charge untuk setiap lantai) memberi tahu para dosen dan mahasiswa yang berada di dalam kelas perihal simulasi tersebut. Tepat pada pukul 16.15 WIB, terdengar suara gemuruh melalui pengeras suara di ruangan dan lorong Gedung D UMN.

Setelah itu, tim komunikasi UTDU mengumumkan kondisi lewat sound building bahwa ada ‘gempa bumi’ di Selat Sunda dengan kekuatan 6,8 Skala Richter. Para peserta simulasi diminta untuk tenang dan melakukan prosedur dini terjadinya gempa bumi.

“Saya cukup terkejut, tiba-tiba di tengah kelas ada pengumuman kalau bakal ada simulasi gempa. Bisa dibilang menarik juga karena tiba-tiba ada simulasi begini. Simulasi seperti ini berguna buat persiapan menghadapi berbagai bencana,” tutur salah satu mahasiswa Animasi 2016, Ignatius Andito. “Bukan cuma gempa bumi, bisa juga untuk kalau ada kebakaran atau bom gitu. Bukan hanya di UMN saja, tapi bisa juga kalau sedang berada di luar, misal Pasar Modern atau Summarecon Mall Serpong.”

Acuan prosedur tanggap darurat yang digunakan UTDU berbasis pada (Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta beberapa peraturan pemerintah dan internasional yang terkait dengan penanganan keadaan darurat, seperti National Fire Protection Association (NFPA), Peraturan Pemerintah RI No. 36 tahun 2005 tentang Bangunan Gedung yang di dalamnya menjelaskan jalur evakuasi, dan sebagainya.

Pada awalnya, UTDU dikenal sebagai Pengendali Dalam Keadaan Kritis (DALSIS) yang dibentuk oleh rektorat sejak tahun pertama UMN berdiri. Kala itu, anggotanya hanya terdiri atas karyawan UMN yang sebelumnya mendapatkan pelatihan evakuasi dan kebakaran. Dari situ, DALSIS berganti nama menjadi UTDU yang tidak hanya melibatkan dosen dan karyawan, tetapi juga mahasiswa aktif.

Untuk ke depannya, UTDU berencana untuk menambah personel karena anggotanya yang masih dinilai kurang. Selain itu, mereka juga ingin melaksanakan pelatihan sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing tim tanggap darurat, seperti pelatihan first aid, pelatihan pemadaman api, safety-driving, dan lain-lain.

 

Penulis: Xena Olivia

Editor: Ivan Jonathan

Foto: Sania Zelikha